
Lima triliun SHIB masih tersisa di satu dompet, meskipun dilaporkan turun 91% dari valuasi dolar tahun 2021, menunjukkan penahanan token yang konsisten.
Data Arkham menunjukkan tidak ada arus keluar yang dilaporkan sejak November 2021, sehingga saldo besar SHIB si paus tetap tidak berubah selama siklus pasar.
SHIB diperdagangkan mendekati $0,000006, sementara nilai yang dilaporkan pada dompet tersebut masih jauh di bawah valuasi $281,98 juta dari tahun 2021 setelah penurunan panjang.
Data paus Shiba Inu menunjukkan dompet peringkat 50 teratas telah mempertahankan 5 triliun SHIB selama lebih dari empat tahun, meskipun nilai dolar mengalami penurunan 91,01% sejak 2021.
Empat Tahun Tanpa Laporan Arus Keluar
Detail yang paling menonjol adalah riwayat transaksi wallet yang dilaporkan. Pemegang telah mempertahankan seluruh saldo meski terjadi penyesuaian harga pasar yang signifikan. Tidak ada arus keluar SHIB yang dilaporkan sejak transfer awal.
TheCryptoBasic menyoroti paus Shiba Inu ini melalui pembahasannya tentang perilaku pemegang. Dalam unggahannya, alamat tersebut disebut sebagai pemegang top-50 dengan lima triliun token. Klasifikasi itu menempatkan wallet ini di antara pemegang SHIB terbesar yang diketahui.
https://twitter.com/thecryptobasic/status/2090788443332968951?s=20
Ketiadaan penjualan kontras dengan menurunnya valuasi posisi tersebut. Wallet itu kehilangan sebagian besar nilai dolar yang dilaporkan tanpa mengurangi saldo tokennya. Karena itu, alamat ini memberikan contoh yang dapat diukur tentang kepemilikan yang terus berlangsung.
Namun, catatan blockchain tidak dapat menjelaskan mengapa pemegang mempertahankan token tersebut. Catatan tersebut bisa menunjukkan saldo, transfer, dan waktu, tetapi bukan keputusan investasi privat. Karena itu, ketidakaktifan ini menggambarkan perilaku, bukan membuktikan adanya ekspektasi pasar.
Kesenjangan Tajam Antara Token dan Nilai
Angkanya menunjukkan bagaimana jumlah token dan nilai dolar bisa menjadi sangat berbeda. Lima triliun SHIB masih ada di dalam wallet, sementara nilainya telah turun secara drastis. Kesenjangan itu terbentuk tanpa pengurangan saldo token yang sepadan.
Pada puncak 2021, SHIB diperdagangkan di $0.00008845 saat reli pasar besar. Penurunan nilai wallet setelahnya mengikuti kejatuhan yang lebih luas dari level-level tersebut. Namun, jumlah tokennya tetap pada dasarnya tidak berubah.
Harga pada saat penulisan memberikan perspektif terhadap valuasi historis. Dengan kisaran $0.000006, SHIB masih jauh di bawah level rekor sebelumnya. Untuk kembali mendekati puncak itu, diperlukan perubahan besar pada valuasi pasar.
Meski begitu, perilaku wallet ini tetap terpisah dari hasil harga di masa depan apa pun. Pemegang besar dapat mempertahankan token karena alasan yang tidak dapat ditetapkan oleh data blockchain. Bukti yang tersedia hanya mengonfirmasi saldo yang dilaporkan dan riwayat transaksinya.
Konsentrasi Paus Tetap Menarik Perhatian ke SHIB
Saldo SHIB lima triliun menunjukkan konsentrasi yang cukup besar pada satu wallet. Transfer apa pun di masa depan berpotensi menarik perhatian trader yang memantau pergerakan pemegang dalam (large-holder). Untuk saat ini, alamat tersebut belum menunjukkan distribusi yang selaras.
Periode kepemilikan selama empat tahun mencakup kondisi pasar yang sangat berbeda. Wallet berpindah dari valuasi yang berada di sekitar $282 juta menjadi kira-kira $25,35 juta. Namun, jumlah token yang mendasarinya tetap hampir identik.
Kontras itu memberi data relevansi utamanya bagi para pengamat pasar. Ini menunjukkan bahwa pemegang besar dapat mempertahankan eksposur meskipun terjadi perubahan valuasi yang parah. Ia juga memisahkan aktivitas blockchain yang dapat diamati dari asumsi tentang arah harga di masa depan.
Bagi komunitas Shiba Inu, wallet ini tetap menjadi kasus yang menonjol karena kepemilikan yang bertahan lama. Laporan TheCryptoBasic berfokus pada tidak adanya arus keluar (outflows), bukan pada transaksi baru. Selama alamat tersebut tidak mengubah kepemilikannya, fakta sentral di blockchain itu tetap tidak berubah.
