Crypto Membuat Pasar Beroperasi 24/7. Sekarang Wall Street Mengejar Ketertinggalan

Wall Street akhirnya menyadari bahwa internet tidak pernah tidur. Crypto sudah mengetahuinya bertahun-tahun lalu, biasanya sekitar pukul 3 pagi, saat seseorang sedang panik membeli token yang namanya diambil dari seekor katak.

Pada 6 Desember 2026, Nasdaq berencana untuk beroperasi 23 jam sehari, lima hari seminggu. Kedengarannya futuristik, bukan? Bagi para trader kripto, itu terdengar lebih seperti Wall Street akhirnya memasang WiFi.

Bagian yang menarik bukan hanya jam perdagangan yang lebih panjang. Yang penting adalah dari mana likuiditasnya berasal.

Klien Amerika tidak bisa diharapkan untuk benar-benar bangun pukul 2 pagi, membuka laptop, lalu berkata, “Selamat pagi, saatnya beli beberapa saham.”

Artinya, jam pasar yang diperpanjang membutuhkan partisipasi dari zona waktu lain.

Asia, Eropa, Timur Tengah, dan pasar-pasar berkembang menjadi semakin penting untuk menjaga jam tambahan itu tetap hidup.

Crypto sudah beroperasi seperti ini sejak hari pertama. Platform global seperti Binance dibangun untuk dunia di mana pasar tidak tutup ketika satu pusat keuangan pulang untuk makan malam. Sekitar 50 persen volume bStocks sudah diperdagangkan di luar jam pasar AS, menunjukkan bahwa permintaan tidak menunggu dengan sopan sampai Wall Street buka.

Dan itulah kisah yang lebih besar.
TradFi bukan sekadar menambahkan beberapa jam ekstra. Mereka secara bertahap mengadopsi infrastruktur yang selalu aktif—yang sudah dinormalisasi oleh crypto.

Crypto menghabiskan bertahun-tahun diberi tahu bahwa mereka perlu menjadi lebih seperti keuangan tradisional.

Sekarang keuangan tradisional diam-diam meminta crypto mengerjakan PR-nya.