Untuk waktu yang lama, saya mengira finalitas blockchain pada dasarnya adalah soal menunggu. Jika sudah cukup konfirmasi, transaksi dianggap aman. Finalitas probabilistik dan deterministik terasa seperti dua cara berbeda untuk menggambarkan ide yang sama.
Menyelami mekanisme Succinct Attestation milik Dusk mengubah cara pandang saya.
Finalitas Ethereum bersifat probabilistik: setiap blok tambahan membuat kemungkinan reorg semakin kecil, tetapi tidak ada titik teknis yang benar-benar absolut di mana sebuah transaksi tidak bisa dibalikkan. Rentang 12–35 blok yang umumnya diterima pada dasarnya adalah konvensi “cukup aman”, bukan jaminan keras.
Succinct Attestation milik Dusk mengambil pendekatan yang berbeda. Setelah sebuah blok melewati dua putaran pemungutan suara komite, finalitasnya menjadi deterministik. Secara teknis itu final, bukan sekadar dianggap final berdasarkan konvensi.
Satu detail lain yang menarik perhatian saya: SA dapat mencapai tingkat keamanan yang sebanding dengan blockchain terkenal yang memiliki 2.000+ node, hanya dengan dua putaran voting menggunakan 64 dari 100 peserta komite. Ini contoh menarik tentang bagaimana konsensus berbasis komite dapat memberikan keamanan statistik yang kuat tanpa memerlukan ribuan validator.
Dan ini penting di luar sisi teknis. Dalam keuangan institusional, kepastian penyelesaian (settlement certainty) sangat krusial. Kepemilikan aset berpindah tangan tidak cukup jika masih ada ketidakpastian apakah transaksi tersebut benar-benar final.
Itu membawa saya pada pertanyaan yang lebih besar: jika finalitas deterministik begitu penting untuk settlement yang teregulasi, mengapa begitu banyak proyek RWA masih bergantung pada infrastruktur tanpa jaminan tersebut? Dan ketika settlement berjalan salah, siapa yang bertanggung jawab?
#dusk @Dusk $DUSK
$BTC $BNB