Manajer Riset Grayscale (Grayscale), perusahaan pengelola aset kripto terbesar di dunia, Zack Pandell berpendapat bahwa tiga faktor sedang membangun fondasi yang kuat bagi para bullish dalam jangka panjang. Salah satu yang paling menarik adalah—bear market kali ini telah berlangsung sekitar 10 bulan dan kini semakin mendekati titik akhir rata-rata dari siklus historis.

Petunjuk satu: patokan waktu “10 bulan”

Argumen inti Grayscale didasarkan pada penelusuran mendalam terhadap empat kali siklus utama bear market Bitcoin sebelumnya. Pandell menyoroti bahwa data historis menunjukkan Bitcoin membutuhkan rata-rata dan durasi yang kurang lebih sama—sekitar 11 hingga 12 bulan—untuk bergerak dari puncak bull market turun ke dasar bear market, baik menurut rata-rata maupun median.

Putaran pasar beruang pertama (tahun 2011):

Dari puncak ke dasar hanya berlangsung sekitar 163 hari, atau lebih dari 5 bulan.

Putaran pasar beruang kedua (2013-2015):

Berlangsung selama 411 hari yang mengagumkan, lebih dari 13 bulan.

Putaran pasar beruang ketiga (2017-2018):

Bertahan sekitar 363 hari, pas sekitar satu tahun.

Putaran pasar beruang keempat (2021-2022):

Juga berlangsung sekitar 376 hari, dengan durasi yang sama yaitu 12 bulan.

Jika keempat kali periode ini dilihat bersama, selain pengecualian pada yang pertama, tiga pasar beruang berikutnya justru sangat stabil berlangsung 12 hingga 14 bulan. Jika menghitung rata-rata dari keempatnya, kira-kira 11 bulan. Sedangkan median-nya sekitar 12 bulan.

Penilaian Grayscale tentang “11 hingga 12 bulan” berangkat dari hal tersebut.

Petunjuk kedua: Musim semi bagi para penambang sudah tiba

Salah satu indikator kunci—Hash Price Bitcoin‍—melonjak 20,4% hanya dalam empat hari! Indikator ini mengukur pendapatan yang diharapkan yang dihasilkan dari satuan daya komputasi (misalnya per PH/s) setiap harinya. Lonjakan tajam indikator ini secara intuitif menunjukkan bahwa ruang profit bisnis penambangan sedang cepat pulih.

Para penambang akhirnya bisa menarik napas lega. Pada bulan Agustus, mereka memperoleh total pendapatan hingga 68,269 juta dolar AS dari insentif blok dan biaya transaksi. Perbaikan arus kas sangat mengurangi risiko mereka terpaksa menjual bitcoin secara paksa.

Perlu dicatat bahwa meskipun setelah halving pada April 2024, insentif blok turun dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, namun insentif tersebut tetap menjadi penggerak utama mutlak dari pendapatan para penambang (pada 2025 bahkan mencapai 99%). Namun, elastisitas biaya transaksi tidak boleh diabaikan. Misalnya pada bulan Mei tahun ini, lonjakan aktivitas on-chain yang dipicu oleh protokol Runes sempat mendorong porsi biaya hingga 14,3%. Ini berarti, begitu sentimen pasar membaik dan aktivitas transaksi meningkat, pendapatan para penambang akan mendapat dorongan ganda berupa kenaikan harga dan bertambahnya biaya transaksi.

#比特币未平仓合约降至两月低点 #比特币周涨23.6% #灰度基金 $BTC

BTC
BTCUSDT
77,242.7
-0.02%