Saya sedang melihat @Dusk lagi, berharap menemukan kisah tokenisasi lainnya.
Lalu saya mulai memikirkan usaha kecil yang benar-benar membutuhkan modal, dan idenya menjadi jauh lebih menarik.
Awalnya, saya melihat pembiayaan UKM sebagai sekadar salah satu kasus penggunaan untuk menempatkan aset keuangan di-chain. Tetapi semakin saya menelusurinya, semakin saya fokus pada alur kerja di balik aset tersebut.
Bagi banyak UKM, penggalangan modal bisa berarti bank, pengacara, perantara, dan banyak catatan yang terpisah. #dusk berupaya membawa bagian-bagian dari proses itu ke infrastruktur blockchain yang teregulasi, termasuk penerbitan, kepemilikan, dan penyelesaian.
Namun ada satu perbedaan yang menurut saya mudah terlewat.
Tokenisasi atas sekuritas UKM tidak otomatis menciptakan likuiditas.
Sebuah aset bisa saja ada di-chain dan tetap memiliki aktivitas nyata yang sangat sedikit, jika tidak ada investor yang memenuhi syarat, penerbit, atau pasar teregulasi yang mendukungnya.
Karena itulah sudut pandang pembiayaan UKM menarik bagi saya.
Jika bisnis-bisnis nyata benar-benar menghimpun modal melalui infrastruktur ini, Dusk menjadi lebih dari sekadar tempat di mana aset dicatat. Jaringan bisa menjadi bagian dari proses pembiayaan yang nyata, dengan aktivitas yang terjadi karena bisnis dan investor memang membutuhkan jalur tersebut.
Bagi saya, di situlah potensi permintaan onchain menjadi menarik.
Saya tidak akan menganggap semuanya terjadi secara otomatis. Adopsi tetap harus diraih.
Kesimpulan saya sederhana: saya mengamati aktivitas keuangan yang nyata, bukan hanya jumlah aset yang ditokenisasi.
@Dusk #dusk $DUSK
Lalu saya mulai memikirkan usaha kecil yang benar-benar membutuhkan modal, dan idenya menjadi jauh lebih menarik.
Awalnya, saya melihat pembiayaan UKM sebagai sekadar salah satu kasus penggunaan untuk menempatkan aset keuangan di-chain. Tetapi semakin saya menelusurinya, semakin saya fokus pada alur kerja di balik aset tersebut.
Bagi banyak UKM, penggalangan modal bisa berarti bank, pengacara, perantara, dan banyak catatan yang terpisah. #dusk berupaya membawa bagian-bagian dari proses itu ke infrastruktur blockchain yang teregulasi, termasuk penerbitan, kepemilikan, dan penyelesaian.
Namun ada satu perbedaan yang menurut saya mudah terlewat.
Tokenisasi atas sekuritas UKM tidak otomatis menciptakan likuiditas.
Sebuah aset bisa saja ada di-chain dan tetap memiliki aktivitas nyata yang sangat sedikit, jika tidak ada investor yang memenuhi syarat, penerbit, atau pasar teregulasi yang mendukungnya.
Karena itulah sudut pandang pembiayaan UKM menarik bagi saya.
Jika bisnis-bisnis nyata benar-benar menghimpun modal melalui infrastruktur ini, Dusk menjadi lebih dari sekadar tempat di mana aset dicatat. Jaringan bisa menjadi bagian dari proses pembiayaan yang nyata, dengan aktivitas yang terjadi karena bisnis dan investor memang membutuhkan jalur tersebut.
Bagi saya, di situlah potensi permintaan onchain menjadi menarik.
Saya tidak akan menganggap semuanya terjadi secara otomatis. Adopsi tetap harus diraih.
Kesimpulan saya sederhana: saya mengamati aktivitas keuangan yang nyata, bukan hanya jumlah aset yang ditokenisasi.
@Dusk #dusk $DUSK
Real Demand
0%
More Liquidity
100%
Still Early
0%
1 Voting โข Voting ditutup
