Sebelum kamu mempercayai sebuah aplikasi untuk percakapanmu, pembayaranmu, dan identitasmu, ajukan satu pertanyaan.

Apa yang terjadi ketika semuanya berantakan?

Karena inilah yang aku pelajari setelah bertahun-tahun di bidang ini: setiap platform terpusat punya tanggal kedaluwarsa atas kepercayaanmu. Bukan pesimisme, ini pengenalan pola.

Kebocoran yang mengekspos jutaan nomor telepon. Perintah pemerintah yang diam-diam dipatuhi. Akuisisi yang mengubah kebijakan privasi dalam semalam. Karyawan dengan akses terlalu besar dan pengawasan terlalu minim. Tautan bersama yang akhirnya terindeks di Google.

Ini bukan lagi kejadian langka. Ini adalah hasil yang dapat diprediksi dari sistem di mana datamu berada di server milik orang lain, di bawah kendali orang lain, dan tunduk pada keputusan orang lain.

Aku sudah menyaksikan ini terjadi berkali-kali sampai aku berhenti bertanya “apakah aplikasi ini aman?” dan mulai bertanya “seberapa luas dampak jika ternyata tidak?”

Pertanyaan itu membawaku ke @Liberdus

Karena ketika kamu menghapus nomor telepon, tidak ada identitas yang bisa diekspos. Ketika kamu menghapus server pusat, tidak ada satu titik yang bisa ditembus. Ketika kamu membangun enkripsi tahan-quantum (quantum-resistant) ke fondasinya, tidak ada skenario ketika pesan-pesan lamamu menjadi bisa dibaca. Ketika kamu memberi pengguna kendali lewat sebuah DAO, tidak ada ruang rapat yang mengambil keputusan yang mengkhianati komunitas.

Seberapa besar dampak kebocoran pada Liberdus?

Hampir tidak ada. Karena hampir tidak ada apa pun yang pernah bisa diambil.

Akses liberdus di sini: https://liberdus.com/site/ #Privasi #Bullish $BTC $PROM #DeFi