Minyak Hormuz berubah menjadi “misteri”

Pemerintah AS mengklaim bahwa lebih dari 8 juta barel per hari melintas di Selat Hormuz — dan bahwa, dalam satu hari saja, volumenya telah melewati 15 juta.

Namun, pelacak utama di bidang maritim memperkirakan hanya 2 hingga 6 juta barel/hari. (The Wall Street Journal)

Penjelasannya? Banyak kapal mematikan transponder AIS mereka, sehingga hampir “tidak terlihat” selama perjalanan. Meski demikian, data pemuatan dan bongkar muat minyak tidak sepenuhnya mengonfirmasi angka-angka Washington.

Akibatnya, muncul perselisihan penting: berapa banyak minyak yang benar-benar berhasil lolos dari Hormuz? Jawabannya dapat menentukan langkah-langkah berikutnya dalam pergerakan harga minyak, bahkan mengukur siapa yang diuntungkan dalam perang ekonomi antara AS dan Iran.