Poin kunci yang perlu diambil adalah harga minyak turun meskipun tekanan AS terhadap Iran meningkat, terutama karena para trader mengambil keuntungan setelah reli kuat pekan lalu dan menunggu rincian dari paket sanksi baru Washington. Reuters juga melaporkan bahwa baik Brent maupun WTI turun sekitar 2% pada hari Senin.
Satu pembaruan penting: Kementerian Keuangan AS menyatakan bahwa tindakan terkait kripto untuk Iran melampaui angka $130 juta yang disebut dalam teks Anda. Dalam rilis Juni 2026, Kementerian Keuangan mengatakan tindakannya telah menghasilkan hampir $500 juta aset kripto yang terkait rezim dalam keadaan dibekukan, sementara aksi pada 14 Juli secara spesifik menargetkan jaringan pengelakan sanksi minyak/pelayaran Iran.
Jadi, dalam istilah yang lebih sederhana:
Brent: −1,87% menjadi $92,63 WTI: −1,97% menjadi $85,35 Kedua acuan itu sebelumnya naik lebih dari 5% pada pekan sebelumnya. Kini para trader menunggu seberapa berat sanksi AS baru terhadap Iran. Risiko terbesar pasar minyak tetap berada pada Selat Hormuz dan potensi gangguan pada arus minyak di Teluk. Penurunan harga yang segera terjadi, karena itu, lebih tampak seperti aksi ambil untung dan penyesuaian posisi menjelang pengumuman sanksi, bukan seperti risiko Iran yang menghilang.
Jika Anda menggunakannya untuk analisis pasar kripto, hubungan pentingnya adalah bahwa kekuatan harga minyak yang berkepanjangan dapat memperkuat kekhawatiran inflasi/stagnasi ekonomi (stagflasi), yang berpotensi menciptakan tekanan tambahan pada aset berisiko seperti Bitcoin dan saham.