Bitcoin secara historis pernah turun lebih dari 80% dari puncak ke titik terendah sebelum pasar bull utama dimulai.

Pola itu menciptakan momen tersulit bagi para trader: membeli terasa berbahaya setelah berbulan-bulan mengalami kerugian, namun menunggu kepastian sering kali berarti masuk setelah lonjakan terkuat sudah terjadi.

Pada 2018, BTC turun sekitar 84% sebelum memulai siklus besar berikutnya. Pada 2022, BTC turun sekitar 77% dari puncaknya. Pelajarannya bukan bahwa setiap crash selalu menandai titik terbawah yang persis, melainkan bahwa ketakutan sering kali paling keras saat peluang jangka panjang mulai kembali terlihat.

Meski begitu, sejarah tidak menjamin pengulangan. Pantau likuiditas, adopsi, dan struktur pasar, jangan biarkan harapan atau FOMO yang membuat keputusan untuk Anda. $BTC may lead, while $ETH and $SOL reveal apakah selera risiko yang lebih luas sedang kembali.

Apakah kita sedang melihat reset siklus yang lain, atau pasar masih menyembunyikan satu langkah turun lagi?

#Bitcoin #CryptoMarket #BullMarket