Derive Meluas Melebihi Opsi Onchain: Dorongan HYPE, RWA, dan Infrastruktur V3
Co-founder dan CEO Derive Labs, Nick Forster, menjelaskan strategi protokol dalam sebuah wawancara dengan Blockmedia.
Forster berargumen bahwa opsi penting karena memungkinkan trader mengekspresikan pandangan pasar dengan lebih presisi dibanding perpetual futures. Posisi perp dengan leverage dapat dilikuidasi oleh volatilitas jangka pendek meskipun arah jangka panjangnya pada akhirnya benar, sedangkan downside pembeli opsi dibatasi oleh premi yang dibayarkan.
Opsi juga melampaui sekadar spekulasi. Opsi dapat digunakan untuk melakukan lindung nilai terhadap posisi yang sudah ada atau menghasilkan imbal hasil dari aset yang sudah dimiliki.
$HYPE adalah salah satu contoh paling jelas di Derive saat ini. Menurut Forster, sebagian besar aktivitas opsi HYPE saat ini didorong oleh pembangkitan yield, bukan oleh lindung nilai. Pemegang opsi menjual put dan covered call untuk mengumpulkan premi tambahan atas posisi mereka.
Aktivitas tersebut juga telah mengubah pasar. Volatilitas tersirat HYPE, yang saat peluncuran berada di sekitar 100, kini telah turun menjadi kira-kira 55–60 seiring masuknya lebih banyak penjual opsi.
Derive kini berencana memperluas penggunaan tersebut melalui V3, yang dijadwalkan pada pertengahan September. V3 menggabungkan opsi, spot, perpetual futures, serta pasar borrow/lend ke dalam satu mesin risiko.
Forster menggambarkan sistem itu sebagai “pabrik payoff tanpa batas”, yang memungkinkan trader dan platform eksternal mengombinasikan berbagai pasar menjadi produk untuk spekulasi, lindung nilai, dan pembangkitan yield.
V3 juga dirancang untuk membuat integrasi jauh lebih cepat. Pekerjaan yang pada V2 bisa memakan waktu tim eksternal satu hingga tiga bulan dapat dipangkas menjadi sekitar setengah hari atau satu hari dalam beberapa kasus, sementara strategi vault tertentu nantinya bisa dideploy hanya dengan beberapa klik.
Area ekspansi berikutnya adalah RWA. Derive telah meluncurkan opsi emas dan berencana masuk ke komoditas, indeks, dan akhirnya saham individu.
Forster mengatakan prioritas kunci protokol untuk tahun 2026 adalah memperluas pasar RWA dan membangun ekosistem produk terstruktur yang lebih luas di atas Derive.
Co-founder dan CEO Derive Labs, Nick Forster, menjelaskan strategi protokol dalam sebuah wawancara dengan Blockmedia.
Forster berargumen bahwa opsi penting karena memungkinkan trader mengekspresikan pandangan pasar dengan lebih presisi dibanding perpetual futures. Posisi perp dengan leverage dapat dilikuidasi oleh volatilitas jangka pendek meskipun arah jangka panjangnya pada akhirnya benar, sedangkan downside pembeli opsi dibatasi oleh premi yang dibayarkan.
Opsi juga melampaui sekadar spekulasi. Opsi dapat digunakan untuk melakukan lindung nilai terhadap posisi yang sudah ada atau menghasilkan imbal hasil dari aset yang sudah dimiliki.
$HYPE adalah salah satu contoh paling jelas di Derive saat ini. Menurut Forster, sebagian besar aktivitas opsi HYPE saat ini didorong oleh pembangkitan yield, bukan oleh lindung nilai. Pemegang opsi menjual put dan covered call untuk mengumpulkan premi tambahan atas posisi mereka.
Aktivitas tersebut juga telah mengubah pasar. Volatilitas tersirat HYPE, yang saat peluncuran berada di sekitar 100, kini telah turun menjadi kira-kira 55–60 seiring masuknya lebih banyak penjual opsi.
Derive kini berencana memperluas penggunaan tersebut melalui V3, yang dijadwalkan pada pertengahan September. V3 menggabungkan opsi, spot, perpetual futures, serta pasar borrow/lend ke dalam satu mesin risiko.
Forster menggambarkan sistem itu sebagai “pabrik payoff tanpa batas”, yang memungkinkan trader dan platform eksternal mengombinasikan berbagai pasar menjadi produk untuk spekulasi, lindung nilai, dan pembangkitan yield.
V3 juga dirancang untuk membuat integrasi jauh lebih cepat. Pekerjaan yang pada V2 bisa memakan waktu tim eksternal satu hingga tiga bulan dapat dipangkas menjadi sekitar setengah hari atau satu hari dalam beberapa kasus, sementara strategi vault tertentu nantinya bisa dideploy hanya dengan beberapa klik.
Area ekspansi berikutnya adalah RWA. Derive telah meluncurkan opsi emas dan berencana masuk ke komoditas, indeks, dan akhirnya saham individu.
Forster mengatakan prioritas kunci protokol untuk tahun 2026 adalah memperluas pasar RWA dan membangun ekosistem produk terstruktur yang lebih luas di atas Derive.
