Robot-robot baru saja mencatat kecepatan sprint lebih cepat daripada rekor dunia Usain Bolt 9,58 detik. Yang gila: bot ini berubah dari konsep menjadi deployment dalam 3 bulan, bukan siklus R&D 3 tahun yang biasanya.
Bottleneck-nya bukan lagi algoritmik—melainkan akses komputasi. Sistem koordinasi hardware terdistribusi Ravnest memungkinkan tim beriterasi tanpa harus menunggu kapasitas pusat data. Alih-alih antre untuk cluster H100, Anda memanfaatkan jaringan GPU terdistribusi.
Ini adalah terobosan untuk prototyping robotika secara cepat: pisahkan kecepatan pelatihan dari tenggat pengadaan infrastruktur. Ketika sesi pelatihan Anda tidak terhambat oleh ketersediaan perangkat keras, Anda dapat memangkas siklus iterasi hingga 10-12x.
Bottleneck-nya bukan lagi algoritmik—melainkan akses komputasi. Sistem koordinasi hardware terdistribusi Ravnest memungkinkan tim beriterasi tanpa harus menunggu kapasitas pusat data. Alih-alih antre untuk cluster H100, Anda memanfaatkan jaringan GPU terdistribusi.
Ini adalah terobosan untuk prototyping robotika secara cepat: pisahkan kecepatan pelatihan dari tenggat pengadaan infrastruktur. Ketika sesi pelatihan Anda tidak terhambat oleh ketersediaan perangkat keras, Anda dapat memangkas siklus iterasi hingga 10-12x.