🔥 Rencana pengembalian senilai 8 miliar dolar AS yang memecahkan rekor—malah jadi “pembunuh” saham Samsung!
#三星跌8.97%拖累KOSPI跌3.24%
Pada 24 Agustus, pembukaan pasar saham Korea Selatan, saham Samsung Electronics langsung merosot tajam. Dalam perdagangan, sempat anjlok lebih dari 9%, hingga penutupan masih turun 8,88%, menjadi 256.500 won Korea. Saham Samsung Life (-10,96%), Samsung C&T (-7,96%), dan saham-saham grup lainnya ambruk bersama-sama. Indeks KOSPI jatuh 3,12% dan menembus level 6700 poin. Investor asing melakukan penjualan bersih lebih dari 3 triliun won Korea dalam satu hari, sementara lembaga melepas mendekati 1 triliun won Korea.

💥 Tidak cukup 8 miliar dolar AS? Di mana masalahnya?

Samsung mengumumkan rencana pengembalian kepada pemegang saham untuk 2026 pada Jumat pekan lalu, memperkirakan skala 90 triliun hingga 110 triliun won Korea (sekitar 800 juta dolar AS), yakni sekitar 5 kali lipat dari rekor sebelumnya. Namun, investor tidak merespons positif.

① Pasar ingin buyback, Samsung memberi dividen. Investor semula berharap akan ada buyback saham besar-besaran dan penghapusan saham—ini merupakan cara paling langsung untuk mendorong harga saham. SK hynix baru saja mengumumkan buyback senilai 40 triliun won Korea dan semuanya dihapus. Tapi Samsung hanya mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar 30 triliun won Korea pada kuartal ketiga, tanpa menyebut rencana buyback. Morgan Stanley secara blak-blakan menyebut skema itu “tidak ada kejutan”.

② Ekspektasi sudah terlalu tinggi. KB Securities sebelumnya memperkirakan total pengembalian bisa mencapai 200 triliun won Korea, namun angka tertinggi yang diumumkan sebesar 110 triliun jauh di bawah ekspektasi. Analis Eugene Securities berujar, “Berbeda dengan SK hynix, Samsung tidak mengumumkan rencana untuk menghapus treasury stock, sehingga mengecewakan.”

③ Struktur kepemilikan menghambat. Buyback dalam skala besar dapat mendorong porsi kepemilikan pemegang saham besar Samsung Life dan Samsung Fire & Marine Insurance melewati batas maksimum regulasi. Hal ini memaksa perusahaan terkait untuk menjual saham, sehingga membatasi ruang buyback Samsung.

📉 Sentimen negatif dari luar makin menambah tekanan

Kabar bahwa NVIDIA menaikkan harga server AI lebih dari 15% memperkuat kekhawatiran pasar terhadap rasio imbal hasil belanja modal AI. Ditambah dengan eskalasi perang dagang AS-Kanada? (AS dan Kanada) dan perkembangan situasi di Iran, tekanan eksternal membuat sektor teknologi Asia-Pasifik tertekan secara menyeluruh.

Bro/sis, anjloknya Samsung kali ini “lubang emas” atau sekadar kelanjutan tren turun?
$SAMSUNGEM
$SKHY