Harga minyak kembali anjlok, kali ini Iran melontarkan ancaman keras. Pada pagi 24 Agustus, ketika pasar Asia-Pasifik baru dibuka, harga minyak internasional turun secara kolektif; kontrak berjangka minyak mentah WTI dan Brent sama-sama turun lebih dari 1%. Emas spot sempat melonjak lalu berbalik arah ke bawah. Di sesi perdagangan, harga menembus di bawah 4600 dolar, dan hingga berita ini disampaikan berada di 4597,230 dolar AS per ons, turun 0,12%.

Suasana di balik kabar ini sangat sarat muatan. Presiden Iran Pezeshkian dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa Iran akan berupaya keluar dari kondisi “bukan perang, juga bukan perdamaian” dengan cara yang rasional. Di saat yang sama, menyikapi “perang ekonomi belum pernah terjadi sebelumnya” yang sebelumnya diumumkan Trump, Iran langsung mengeluarkan kartu truf—minyak. Pada waktu setempat tanggal 23, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Rezaei, menyatakan: jika AS terus melancarkan perang ekonomi, Selat Hormuz bahkan hingga seluruh kawasan Teluk Persia, setetes pun minyak tidak akan dijual keluar.

Selat Hormuz merupakan jalur utama “urat nadi” transportasi minyak global. Begitu pernyataan itu keluar, pasar langsung menjadi tegang. Harga minyak langsung turun, dan emas turut berguncang. Situasi di Timur Tengah, untuk kesekian kalinya, kembali membuat pasar energi global bergejolak.

#Saling Follow dan Saling Repost# #Kalau Punya Followers, Pasti Balas#