Saya terus memikirkan masalah yang agak canggung: @Dusk mengatakan dirinya adalah rantai yang patuh (compliant), tetapi GDPR Pasal 17 memberi hak penghapusan bagi individu, sementara blockchain tidak membolehkan perubahan. Bagaimana dua janji ini bisa sama-sama berlaku? Hedger telah mengenkripsi data, tapi enkripsi tidak sama dengan bisa dihapus.

Hak untuk dilupakan dalam GDPR menuntut penghapusan data pribadi dalam kondisi tertentu, bukan sekadar menyembunyikannya. Prinsip data minimization juga mengharuskan sistem hanya menyimpan informasi yang diperlukan. Karena catatan di blockchain secara alami sulit diubah—sebuah saldo terenkripsi, sebuah catatan transaksi—begitu ditulis di chain, berpotensi tetap ada selamanya. Meski Hedger membuat pihak luar tidak bisa melihat teks biasa, ciphertext tetaplah data; menghapus kunci dekripsi hanya membuat data tidak dapat dibaca, bukan berarti “penghapusan” dalam arti hukum. Jika regulator atau pengguna menuntut penghapusan total atas suatu catatan, riwayat di blockchain tetap berada di sana.

$DUSK berada pada area abu-abu yang lebih besar: selective disclosure. Jika pihak auditor atau lembaga berlisensi memperoleh izin dekripsi sementara, apakah mereka menyimpan salinan? Apakah salinan tersebut ditelusuri, dan apakah dihancurkan setelah masa berlakunya habis? Dokumen tidak menjelaskan dengan jelas daur hidup kunci, log pengungkapan, serta mekanisme pemulihan salinan. Ini seperti mengunci sebuah dokumen di brankas, tetapi tidak ada catatan siapa yang diberi kunci, apakah kunci yang dipinjam sudah dikembalikan.

Rantai privasi lain juga tidak punya jawaban yang sempurna: Secret Network mengandalkan manajemen kunci agar ciphertext tidak bisa dibaca, sementara Oasis mengisolasi data menggunakan TEE; namun keduanya tetap harus menghadapi sengketa hukum tentang apakah “tidak bisa dibaca” sama dengan “sudah dihapus”. Perbedaan #dusk adalah bahwa ia menjadikan kepatuhan UE sebagai nilai jual utama, tetapi di luar kepatuhan terhadap regulasi keuangan, pembahasan mengenai isu perlindungan data pada level undang-undang masih minim.

Kesimpulan saya adalah: “kepatuhan” Dusk saat ini lebih mirip kepatuhan terhadap pasar keuangan, bukan kepatuhan terhadap undang-undang perlindungan data. Yang benar-benar perlu dilihat adalah apakah mereka telah mempublikasikan penghancuran kunci, pelacakan salinan yang diungkap, dan mekanisme audit penghapusan; tanpa itu, hak untuk dilupakan tetap menjadi kekosongan yang menggantung di atas blockchain.