Sebuah transaksi tampak sedang duduk di sana dengan normalnya, tapi aku tidak bisa melihat detail yang sebenarnya aku harapkan, dan itu jujur saja membuatku berhenti sejenak. 👀

Saat itu pukul 5:22 pagi, baterai ponselku 14%, dan entah bagaimana aku malah mengecek Dusk alih-alih tidur.

Aku sedang memikirkan smart contract yang bersifat rahasia, dan muncul pertanyaan canggung: jika informasi kontraknya disembunyikan, bagaimana para peserta bisa benar-benar memastikan semuanya sudah benar?

Reaksi pertamaku pada dasarnya, “Ya… mereka tidak bisa?”$DUSK
Ternyata, itu aku yang terlalu cepat menyimpulkan.

Bagian yang menariknya bukan semata-mata melihat informasi pribadi. Yang penting adalah bisa memverifikasi hasil atau kondisi yang diwajibkan tanpa harus membuka semua yang ada di balik transaksi.

Itu menciptakan keseimbangan kecil yang agak aneh.

Pengguna mungkin ingin aktivitas keuangannya disembunyikan. Institusi mungkin ingin perjanjian yang sensitif tetap terlindungi. Tapi orang-orang yang berinteraksi dengan jaringan tetap perlu keyakinan bahwa kontrak mengikuti aturannya.

Awalnya aku melihat visibilitas transaksi sebagai metrik utama, lalu sadar kalau aku sedang mengamati hal yang keliru. Pertanyaan pentingnya adalah apa yang masih bisa dibuktikan ketika sebagian informasi menghilang dari pandangan publik.@Dusk

Dan di situlah confidential smart contracts jadi jauh lebih menarik bagiku.

Karena kalau privasi menghilangkan visibilitas tapi tidak menghilangkan verifiabilitas, maka seluruh gagasan jadi terasa lebih seperti bukan “menyembunyikan transaksi”, melainkan mengubah apa yang perlu dilihat semua orang.

Aku masih bertanya-tanya sejauh mana itu bisa terjadi sebelum verifikasi itu sendiri mulai terasa seperti kotak hitam yang lain. 🤔#dusk