
Peta heatmap ini menunjukkan sebuah fakta yang sangat jelas tentang Bitcoin: hasil memiliki sifat siklikal seiring waktu, dan sama sekali tidak acak.
Berdasarkan data historis, Q1 dan Q4 biasanya adalah dua periode yang memberikan kinerja terbaik, sementara bulan-bulan tengah tahun cenderung berfluktuasi lebih kompleks, bahkan melakukan penyesuaian.
Poin-poin penting:
• Bulan 2, 3, 4, 10 dan 11 adalah bulan-bulan dengan rata-rata hasil tertinggi.
Istimewa, bulan 11 menonjol dengan tingkat hasil rata-rata dan median tertinggi dalam seluruh sejarah Bitcoin.
• Bulan 6, 8, dan 9 biasanya lebih lemah secara struktural.
Bulan 6 sering menandai pelemahan tren, sementara periode bulan 8–9 biasanya merupakan waktu akumulasi atau koreksi sebelum volatilitas yang kuat kembali pada Q4.
• Bulan-bulan yang meningkat tajam sering muncul setelah serangkaian bulan merah.
Bitcoin jarang naik secara linier — fase pengetatan volatilitas seringkali menjadi prasyarat untuk fase ekspansi berikutnya.
• Volatilitas selalu dua arah.
Bulan-bulan hijau yang kuat tidak menjamin kelanjutan tren segera, tetapi dalam sejarah, mereka sering muncul ketika sentimen pasar masih ragu, bukan saat euforia.
Implikasi untuk strategi:
Data ini tidak digunakan untuk memprediksi harga, tetapi membantu membentuk ekspektasi. Ketika pasar memasuki bulan-bulan dengan probabilitas positif dalam konteks sentimen negatif, rasio risiko/keuntungan seringkali lebih menarik. Sebaliknya, mengejar harga dalam periode statistik yang lemah seringkali memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Bitcoin tidak bergerak secara acak — ia bergerak dalam siklus.
Orang yang memahami siklus akan lebih memperhatikan waktu, posisi dalam siklus, dan sentimen pasar, daripada hanya melihat fluktuasi jangka pendek.
Musiman tidak menggantikan analisis —
tetapi mengabaikannya adalah menyia-nyiakan data.

