Analisis mendalam
Besarnya flash crash

Laporan-laporan tersebut menggambarkan penurunan XRP sekitar 37 persen dalam hitungan menit, dengan kerugian mendekati 0,60 dolar dari level tertinggi terbaru. Hal ini memicu sekitar 500 juta dolar likuidasi untuk posisi long ber-leverage di pasar berjangka/derivatif kripto, terutama di bursa besar seperti Binance. Kejadian ini terjadi setelah XRP sebelumnya naik lebih dari 60 persen dalam satu minggu, sempat mencapai sekitar 1,69 dolar sebelum anjlok ke kisaran bawah 1 dolar. Sementara itu, Bitcoin, Ethereum, dan Solana juga terkoreksi dalam rentang waktu yang sama sebagai “efek samping” selama gelombang likuidasi. Secara keseluruhan, di pasar kripto, sekitar 1.350 juta dolar dilikuidasi dalam 24 jam, sehingga peristiwa XRP ini berada dalam konteks pembersihan yang lebih luas di pasar derivatif.

Kepercayaan: tinggi, karena beberapa laporan menampilkan angka-angka yang serupa untuk harga dan likuidasi.
Faktor struktural di balik pergerakan

Para analis menilai bahwa tidak ada guncangan makroekonomi yang jelas, tidak ada peretasan besar, dan tidak ada berita regulasi pada waktu persis terjadinya penurunan, sehingga lebih mengarah pada faktor struktural seperti tingginya leverage dan likuiditas akhir pekan. XRP baru saja mencatat tingkat pendanaan (funding rate) yang tinggi serta permintaan yang kuat untuk posisi long, yang berarti banyak trader membayar untuk mempertahankan pandangan bullish setelah lonjakan cepat harga. Akibatnya, pasar menjadi rentan terhadap pergerakan tajam ke bawah. Dalam kondisi seperti ini, dorongan jual yang relatif kecil dapat memicu margin call, likuidasi paksa, dan penurunan harga baru ketika bursa menutup posisi yang merugi, sehingga menciptakan efek berantai yang terlihat seperti “flash crash”, meski sebenarnya didorong secara mekanis oleh pengelolaan risiko di derivatif.
Yang perlu diperhatikan setelah penurunan leverage