Menurut Nikkei Asia, Singapura akan menyelidiki upaya apa pun oleh perusahaan untuk mengalihkan barang melalui negara kota itu guna menghindari tarif atau mengimpor barang yang dibuat dengan kerja paksa, kata Perdana Menteri Lawrence Wong pada Minggu. Wong mengatakan Singapura akan bertindak berdasarkan bukti apa pun atas pelanggaran, tetapi menambahkan bahwa negara itu harus bersikap realistis karena Singapura merupakan pusat besar untuk ekspor ulang dan transshipment. Ia mengatakan Amerika Serikat telah menyampaikan kekhawatiran tentang barang-barang dari Tiongkok yang dialihkan melalui Asia Tenggara dan mencatat tarif AS sebesar 12,5% atas ekspor Singapura, yang menurut Washington diberlakukan karena Singapura tidak memiliki undang-undang yang melarang impor barang yang diproduksi dengan kerja paksa. Wong mengatakan Singapura akan terus berinteraksi dengan AS dan menjelaskan posisinya. Ia juga mengatakan perdagangan menjadi kurang bebas dan semakin dibentuk oleh kekhawatiran keamanan, serta bahwa dunia tidak hanya ditentukan oleh Amerika dan Tiongkok, seraya menyinggung Eropa, India, dan negara-negara kekuatan menengah lainnya. Wong menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Tahunan National Day, pidato politik terpentingnya setiap tahun, di mana ia memaparkan pengumuman kebijakan kunci.