Bursa kripto terbesar di Korea Selatan, Upbit, mengalami lonjakan aktivitas yang luar biasa selama flash crash berdurasi satu jam pada 22 Agustus — memproses perkiraan 1,15 triliun won (sekitar $830 juta) ketika harga sempat anjlok lalu kemudian pulih sebagian. Apa yang terjadi — Lonjakan berpusat pada sekitar pukul 05:00 UTC, ketika Bitcoin, XRP, dan token-token utama lainnya menghasilkan penurunan wicks yang tiba-tiba sebelum memantul. Likuidasi yang cepat dan pergeseran posisi yang tangkas dari para trader membuat aktivitas spot melonjak tajam di bursa-bursa Korea. - Selama episode tersebut, volume bergulir 24 jam Upbit sekitar $3,818 miliar, Bithumb sekitar $1,954 miliar, dan Coinone sekitar $172 juta (angka diambil dari unggahan publik dan feed pasar). Ini adalah snapshot bergulir dan berubah saat transaksi yang lebih lama keluar dari jendela 24 jam — bukan pendapatan harian yang diaudit. Pendorong volume dan bauran token - Lonjakan ini bukan hanya dipicu Bitcoin. Angka Datalab Upbit yang dikutip oleh outlet data pasar menunjukkan XRP menyumbang 32,20% dari volume terukur Upbit selama lonjakan tersebut, TRUMP 10,93%, USDT 8,39%, Ether 5,44%, dan Bitcoin 5,40%. - XRP sebelumnya sudah melaju lebih tinggi pada 21 Agustus — naik lebih dari 14% dan sempat ditutup di atas rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari — yang kemungkinan memusatkan arus ritel tambahan ke pasar XRP berbasis won di Upbit. Likuidasi dan dampak pasar - Data CoinGlass mengaitkan sekitar $523 juta likuidasi ke peristiwa satu jam tersebut: sekitar $448 juta pada posisi long dan $74,76 juta pada posisi short. Dalam periode 24 jam yang diukur, likuidasi mendekati $1,8 miliar dan dilaporkan berdampak pada lebih dari 286.000 trader. - Likuidasi tunggal terbesar yang teridentifikasi adalah posisi BTC-USD senilai sekitar $24,96 juta di Hyperliquid. - Penutupan paksa ini — ketika bursa secara otomatis membongkar posisi ber-leverage saat harga melewati ambang batas — dapat memperkuat tekanan jual dan memicu likuidasi lanjutan, sebuah dinamika yang terlihat pada episode ini. Konteks dan catatan - Volatilitas mengikuti rebound sebelumnya: pada 21 Agustus, data CoinGecko menunjukkan volume harian Upbit melonjak 273% menjadi sekitar $1,84 miliar, total harian tertinggi sejak pertengahan Maret; aktivitas Bithumb naik sekitar 132,9% menjadi kira-kira $934,9 juta dalam jendela yang sama. - Meski angka-angka utama menonjol, tidak ada pernyataan bursa yang terverifikasi bahwa gangguan teknis di Upbit menyebabkan insiden tersebut. Bukti publik mengarah pada kejadian deleveraging pasar yang lebih luas, bukan malfungsi platform yang terisolasi. Pemicu pasti dari transaksi pemicunya belum diidentifikasi secara publik. - Perdagangan di lima bursa berbasis won milik Korea Selatan turun 54,6% pada H1 2026 dibanding tahun sebelumnya, namun pangsa pasar Upbit terus meningkat — sekitar 67,4% dari perdagangan pasar won pada Juli — sehingga sebagian besar likuiditas yang kembali terkonsentrasi pada satu platform. Yang perlu diperhatikan berikutnya - Analis dan trader akan memantau apakah aktivitas Upbit tetap tinggi setelah turnover yang didorong likuidasi keluar dari jendela 24 jam, atau apakah volume akan kembali normal. - Pelaku pasar juga akan memantau XRP dan token lain yang sangat sering diperdagangkan untuk melihat apakah terjadi gap harga lebih lanjut, order book yang makin tipis, atau kebangkitan kembali penumpukan leverage yang dapat menyiapkan panggung bagi pergerakan yang lebih volatil. Intinya: peristiwa flash pada 22 Agustus menyoroti betapa cepatnya deleveraging dan arus ritel yang terkonsentrasi dapat mendorong turnover yang sangat besar di bursa-bursa Korea — membuat jendela perdagangan yang singkat menjadi sorotan, meski pemulihan yang lebih luas masih belum pasti. Baca berita AI lainnya di: undefined/news