$ETH $UNI $TRUMP imbal hasil obligasi AS melonjak, pasar obligasi Eropa tertekan semakin berat
Baru-baru ini, imbal hasil obligasi pemerintah (surat utang) AS tenor panjang naik ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun, sehingga pasar obligasi Eropa terus terdampak. Meski Departemen Keuangan AS sempat melakukan intervensi yang meredakan tekanan jual surat utang (obligasi) AS untuk sementara waktu, pasar obligasi Eropa secara umum masih tertekan.
Pada tanggal 21, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun—yang termasuk salah satu target program buyback Departemen Keuangan AS—naik hingga 5,273%. Pada awal pekan tersebut, imbal hasil ini sempat naik hingga 5,34%, mencetak level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi pemerintah negara-negara utama Eropa juga ikut meningkat. Hingga tanggal 21, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun berada di kisaran 3,25%, mendekati level tertinggi 15 tahun; imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun menembus di atas 4,13%, menjadi yang tertinggi sejak 2008; sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Italia tenor 10 tahun naik hingga 4,08%.
Sejumlah lembaga pasar di Eropa menilai, volatilitas pasar surat utang AS berpotensi terus memengaruhi pasar keuangan Eropa. Aberdeen Standard Investments berpendapat, intervensi Departemen Keuangan AS merupakan sinyal yang jelas, yang menunjukkan pemerintah AS bersedia menekan agar imbal hasil jangka panjang surat utang AS lebih rendah, namun langkah tersebut “tidak menjalar” ke Inggris maupun negara-negara Eropa lainnya; obligasi Eropa akan melemah “dengan terbatas”.
Manajer Strategi Pasar Utama Zurich Insurance Group, Guy Miller, mengatakan bahwa pergerakan imbal hasil surat utang AS “penting tidak hanya bagi pasar obligasi, tetapi juga bagi aset keuangan lain di pasar seperti Eropa”, dan setiap terobosan kenaikan lebih lanjut bisa melemahkan kepercayaan pasar.
Kenaikan imbal hasil surat utang AS telah memengaruhi alokasi aset investor Eropa. Danske Bank menyatakan, imbal hasil surat utang AS masih menjadi risiko utama lintas-pasar, sementara imbal hasil tinggi dan kekhawatiran terhadap inflasi terus membebani saham teknologi dan saham sektor keuangan di Eropa. ING menilai, lembaga manajemen aset Eropa menghadapi risiko nilai tukar (kurs) dari aset AS yang dimiliki yang lindung nilainya belum cukup; volatilitas pasar surat utang AS yang tajam dapat semakin memperbesar risiko yang dihadapi investor Eropa.
Untuk prospek ke depan, Chief Investment Officer pendapatan tetap BlueBay Asset Management, Mark Dowding, memperingatkan bahwa jika pertumbuhan ekonomi AS melambat, kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan utang pemerintah AS akan meningkat, sehingga pasar keuangan Eropa berpotensi mengalami penyesuaian yang lebih besar. #TRUMP突破3.4美元创3月21日以来新高 #Grayscale第五次修订ZECETF申请
Baru-baru ini, imbal hasil obligasi pemerintah (surat utang) AS tenor panjang naik ke level tertinggi dalam hampir 20 tahun, sehingga pasar obligasi Eropa terus terdampak. Meski Departemen Keuangan AS sempat melakukan intervensi yang meredakan tekanan jual surat utang (obligasi) AS untuk sementara waktu, pasar obligasi Eropa secara umum masih tertekan.
Pada tanggal 21, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun—yang termasuk salah satu target program buyback Departemen Keuangan AS—naik hingga 5,273%. Pada awal pekan tersebut, imbal hasil ini sempat naik hingga 5,34%, mencetak level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi pemerintah negara-negara utama Eropa juga ikut meningkat. Hingga tanggal 21, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun berada di kisaran 3,25%, mendekati level tertinggi 15 tahun; imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun menembus di atas 4,13%, menjadi yang tertinggi sejak 2008; sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Italia tenor 10 tahun naik hingga 4,08%.
Sejumlah lembaga pasar di Eropa menilai, volatilitas pasar surat utang AS berpotensi terus memengaruhi pasar keuangan Eropa. Aberdeen Standard Investments berpendapat, intervensi Departemen Keuangan AS merupakan sinyal yang jelas, yang menunjukkan pemerintah AS bersedia menekan agar imbal hasil jangka panjang surat utang AS lebih rendah, namun langkah tersebut “tidak menjalar” ke Inggris maupun negara-negara Eropa lainnya; obligasi Eropa akan melemah “dengan terbatas”.
Manajer Strategi Pasar Utama Zurich Insurance Group, Guy Miller, mengatakan bahwa pergerakan imbal hasil surat utang AS “penting tidak hanya bagi pasar obligasi, tetapi juga bagi aset keuangan lain di pasar seperti Eropa”, dan setiap terobosan kenaikan lebih lanjut bisa melemahkan kepercayaan pasar.
Kenaikan imbal hasil surat utang AS telah memengaruhi alokasi aset investor Eropa. Danske Bank menyatakan, imbal hasil surat utang AS masih menjadi risiko utama lintas-pasar, sementara imbal hasil tinggi dan kekhawatiran terhadap inflasi terus membebani saham teknologi dan saham sektor keuangan di Eropa. ING menilai, lembaga manajemen aset Eropa menghadapi risiko nilai tukar (kurs) dari aset AS yang dimiliki yang lindung nilainya belum cukup; volatilitas pasar surat utang AS yang tajam dapat semakin memperbesar risiko yang dihadapi investor Eropa.
Untuk prospek ke depan, Chief Investment Officer pendapatan tetap BlueBay Asset Management, Mark Dowding, memperingatkan bahwa jika pertumbuhan ekonomi AS melambat, kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan utang pemerintah AS akan meningkat, sehingga pasar keuangan Eropa berpotensi mengalami penyesuaian yang lebih besar. #TRUMP突破3.4美元创3月21日以来新高 #Grayscale第五次修订ZECETF申请