Bicarakan privasi, kebanyakan orang hanya menanyakan satu pertanyaan: bisa atau tidak menyembunyikannya. Dalam skenario keuangan, ada satu pertanyaan lagi: terlihat oleh siapa. Dua pertanyaan ini dijawab sekaligus oleh whitepaper Dusk dengan rancangan satu set kunci yang sama.
Di antara pengguna protokol Phoenix, ada dua kunci di tangan mereka. Satu adalah private key lengkap—bisa menerima pembayaran juga bisa membelanjakan uang; yang satu lagi disebut viewing key—hanya bisa melakukan satu hal: memindai seluruh jaringan, menemukan transaksi yang dikirimkan kepada Anda, lalu mendekripsi jumlah dan pihak lawan. Bisa melihat catatan, tapi tidak bisa membelanjakan uang. Kewenangan kunci ini berhenti sampai di situ.
Jangan remehkan “berhenti sampai di situ”; inilah fondasi teknis untuk selective disclosure (pengungkapan selektif). Di bagian model delegasi dalam whitepaper, tertulis jelas: Anda bisa menyerahkan viewing key kepada pihak ketiga; pihak tersebut akan memindai dan melihat catatan atas nama Anda, tetapi mereka tidak memiliki private key lengkap, sehingga tidak bisa menggerakkan satu sen pun dari Anda. Bahkan untuk pekerjaan berat seperti pembuatan bukti (proof), prosesnya juga bisa didelegasikan lewat tanda tangan, tanpa memengaruhi integritas transaksi.
Kalau diterjemahkan ke skenario keuangan: lembaga melakukan audit, menyerahkan viewing key kepada auditor—auditor melihat catatan yang semestinya, tetapi tidak dapat membawa pergi aset apa pun; regulator ingin verifikasi ulang, wewenang diberikan sesuai kebutuhan, dan hak yang diberikan presisinya sampai pada level “hanya bisa melihat”. Struktur note dalam whitepaper juga menyimpan kehati-hatian itu: jumlah adalah sebuah komitmen (commitment); field terenkripsi hanya dapat dibuka menggunakan viewing key milik penerima; verifikasi di seluruh jaringan adalah komitmen dan bukti, sedangkan detail hanya terbuka bagi mereka yang memegang kunci.
Belakangan, Dusk mengubah logika ini menjadi produk bernama Citadel: pola untuk identitas, kredensial, dan selective disclosure—itulah infrastruktur “siapa yang boleh melihat apa” yang khusus untuk lembaga.
Kesulitan selective disclosure tidak pernah soal apakah enkripsi cukup kuat atau tidak, melainkan bagaimana membuat granularitas otorisasi menjadi sangat halus: melihat catatan adalah satu kunci, membelanjakan uang adalah kunci lain; kunci yang diberikan untuk audit tidak pernah bisa membuka pintu dana.@Dusk #dusk $DUSK