Gedung Perbankan yang Sama Membangun Jalur Kripto Mereka Sendiri Baru Saja Meminta Regulator untuk Membuat Jalur Pihak Lain Lebih Sulit Digunakan 🏦🔓

Bank Policy Institute, yang mewakili JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo, dan Citi—bank-bank persis yang kami saksikan membangun tokenized deposits dan kustodi Bitcoin tahun ini—mengajukan surat komentar yang mendesak FinCEN untuk memperluas persyaratan identifikasi pelanggan melampaui penerbit stablecoin ke pasar sekunder, yang berarti bursa, wallet, dan platform DeFi. Alasan yang mereka nyatakan: sebagian besar aktivitas ilegal terjadi di sana, bukan pada level penerbit. Kebetulan waktu yang pas sekali, dari institusi yang baru saja menghabiskan setahun membangun alternatif mereka sendiri yang patuh. 😂

Ini bagian yang seharusnya benar-benar menarik bagi siapa pun yang menghargai desentralisasi 🧠

Usulan awal FinCEN, yang menerapkan GENIUS Act pada bulan Juni, secara sengaja mengecualikan aktivitas pasar sekunder. Regulator secara eksplisit mengatakan bahwa mewajibkan verifikasi identitas pada setiap transfer stablecoin akan hampir mustahil untuk diterapkan dan berpotensi melumpuhkan industri. Itu bukan kelalaian. Itu adalah keputusan yang diperhitungkan. Sekarang bank-bank melobi untuk membalik kesimpulan yang sudah dicapai regulator—dan dengan sengaja. 💎

Pola jujur yang layak disebut 🎭

Kami telah menyaksikan dinamika yang persis sama terjadi dengan Travel Rule Korea, sistem pengawasan India, dan UE yang mendorong privacy coins keluar dari bursa yang teregulasi. Setiap kali, argumennya terdengar seperti demi keamanan. Setiap kali, efek praktisnya adalah mempersempit siapa yang boleh bertransaksi tanpa formulir izin dari institusi incumbent. 🎯

Periode komentar berakhir pada 21 Agustus. Perdebatan apakah kripto tetap permissionless atau menjadi bergaya bank bukan lagi sekadar teori. Ini adalah dokumen yang diajukan dengan nomor perkara. 🚀

$BTC $USDC