Keterlaluan.
Sebenarnya ada satu kalimat yang cukup menusuk, tahu kenapa studio-studio di plaza semakin banyak? Karena sejak tahun lalu di kalangan industri sudah beredar semacam kesepahaman: “rumput liar di plaza banyak.” Toh, hal seperti “garam tahi layu” saja bisa ada yang percaya, jadi para penggunting pun tentu datang.
Dan tamu yang sering saya undang—kalau semua orang benar-benar mendengarkan, kalian akan melihat bahwa pengetahuan mereka tidak mungkin terbentuk tanpa diasah beberapa siklus di pasar. Sampai sekarang masih ada yang menganggap “garam tahi layu” seperti itu sebagai streamer/blooger yang bagus—hahaha.
Mohon izinkan saya untuk membagikannya di grup-web3 mana pun yang lain, biar semua bisa tertawa sebentar.
Sebenarnya ada satu kalimat yang cukup menusuk, tahu kenapa studio-studio di plaza semakin banyak? Karena sejak tahun lalu di kalangan industri sudah beredar semacam kesepahaman: “rumput liar di plaza banyak.” Toh, hal seperti “garam tahi layu” saja bisa ada yang percaya, jadi para penggunting pun tentu datang.
Dan tamu yang sering saya undang—kalau semua orang benar-benar mendengarkan, kalian akan melihat bahwa pengetahuan mereka tidak mungkin terbentuk tanpa diasah beberapa siklus di pasar. Sampai sekarang masih ada yang menganggap “garam tahi layu” seperti itu sebagai streamer/blooger yang bagus—hahaha.
Mohon izinkan saya untuk membagikannya di grup-web3 mana pun yang lain, biar semua bisa tertawa sebentar.
