Kemarin pagi, ketika Pangeran berhasil memprediksi bahwa pasar akan muncul satu “jarum”, saat itu saya langsung teringat pada pergerakan di bawah yang mirip ekor-banteng dalam sejarah. Mengapa bandar utama harus bolak-balik menyelipkan jarum naik-turun di tengah fase kenaikan utama? Pertama, tujuannya agar bullish jangka pendek bisa ditekan; semakin banyak tusukan jarum, semakin kabur arah bagi para trader ritel, dan semakin panik mereka—kalau trennya lurus seperti garis, semua orang pasti menahannya. Pada momen seperti itu, semua orang akan membuka posisi beli (long). Bagaimana mungkin bandar utama membiarkan mereka kembali naik ke kereta? Pendorongan yang mendadak seperti ini, dan penyelipan jarum pada dasarnya mengikuti satu logika yang sama: bagian bawah membuat Anda terpaksa cut loss, lalu segera ditarik ke atas. Takut ada orang yang masuk lagi, maka terus diselipkan jarum; membuat trader ritel ragu. Jadi, dari keputusasaan lahir rasa ragu, dan dari keraguan muncul kenaikan—lalu di dalam kegilaan, semuanya menghilang. Saat ini kita berada di tahap kedua.

Logika menengah itu tetap.
Jangka pendek itu acak.