Komentator politik Laura Loomer berpendapat keunggulan kompetitif Tiongkok atas AS berasal dari pendekatan garis kerasnya terhadap pengaruh Islam di dalam perbatasannya. Ia menyoroti ironi: bahkan negara komunis pun mengakui, menurutnya, "ancaman islamifikasi". Loomer menunjuk hal ini sebagai kontras strategis yang layak ditelaah, terutama mengingat apa yang ia gambarkan sebagai "aliansi Islam-komunis" di tempat lain. Pendapatnya: Beijing tidak mentoleransi tantangan keagamaan terhadap kekuasaan negara—dan itulah sebagian alasan mengapa mereka menang.