BREAKING: ARM Holdings (ARM) memasuki pasar chip AI, berencana menjual mikroprosesor buatannya sendiri untuk pusat data, dengan Meta sebagai pelanggan awal.
Langkah ini menantang dominasi Nvidia saat ini dalam perangkat keras AI, sektor yang membuat saham Nvidia melonjak.
Pada 2020, Nvidia mengumumkan kesepakatan ambisius senilai $40 miliar untuk mengakuisisi Arm dari SoftBank. Akuisisi tersebut memicu kemarahan dan perlawanan langsung di seluruh industri semikonduktor.
Raksasa teknologi (termasuk Google, Microsoft, dan Qualcomm) berpendapat bahwa Arm yang dimiliki Nvidia akan merusak model bisnis netral, terbuka, berbasis lisensi milik Arm.
Pada Februari 2022, akibat tekanan regulasi besar dari AS FTC, UK CMA, dan regulator Eropa, Nvidia dan SoftBank memutuskan untuk membatalkan kesepakatan tersebut. Setelah itu, SoftBank membawa Arm ke publik melalui IPO pada akhir 2023.
Upaya gagal Nvidia untuk membeli Arm telah berubah menjadi plot twist klasik di industri silikon.
Arm, yang selama ini dikenal karena melisensikan desain chip alih-alih memproduksinya sendiri, kini secara resmi memproduksi dan menjual chip AI fisik buatannya.
CEO ARM, Rene Haas, menyatakan masuknya mereka ke pasar ini dipicu oleh Meta, yang menyoroti adanya pasar yang kurang terlayani dan minim alternatif.
$ARM
$ARMB
$ARM.US
Langkah ini menantang dominasi Nvidia saat ini dalam perangkat keras AI, sektor yang membuat saham Nvidia melonjak.
Pada 2020, Nvidia mengumumkan kesepakatan ambisius senilai $40 miliar untuk mengakuisisi Arm dari SoftBank. Akuisisi tersebut memicu kemarahan dan perlawanan langsung di seluruh industri semikonduktor.
Raksasa teknologi (termasuk Google, Microsoft, dan Qualcomm) berpendapat bahwa Arm yang dimiliki Nvidia akan merusak model bisnis netral, terbuka, berbasis lisensi milik Arm.
Pada Februari 2022, akibat tekanan regulasi besar dari AS FTC, UK CMA, dan regulator Eropa, Nvidia dan SoftBank memutuskan untuk membatalkan kesepakatan tersebut. Setelah itu, SoftBank membawa Arm ke publik melalui IPO pada akhir 2023.
Upaya gagal Nvidia untuk membeli Arm telah berubah menjadi plot twist klasik di industri silikon.
Arm, yang selama ini dikenal karena melisensikan desain chip alih-alih memproduksinya sendiri, kini secara resmi memproduksi dan menjual chip AI fisik buatannya.
CEO ARM, Rene Haas, menyatakan masuknya mereka ke pasar ini dipicu oleh Meta, yang menyoroti adanya pasar yang kurang terlayani dan minim alternatif.
$ARM
$ARMB
$ARM.US