Hati-pandangan menembus empat penjuru musim gugur,
angin dan awan bangkit-turun tertangkap di telapak tangan.
Tembus urusan dunia, mengintai peluang lebih dulu,
mengurai teka-teki, membedakan arus yang keruh.
Satu kalimat memutuskan tuntas pasang-surutnya kejayaan,
seujung kata meramal gelombang pasang-surutnya.
Di dunia, betapa banyak orang yang terombang-ambing,
tak sebanding dengan Penguasa yang jernih melihat urusan—berwibawa dan kuat.