Tinjauan Mingguan Pasar Kimia Global 17–22 Agu: Biaya Bahan Baku dan Risiko Logistik Terus Mendorong Harga
🛢️ Harga minyak dan nafta tetap tinggi sepanjang minggu, dengan Brent diperdagangkan sekitar USD 93–94/bbl, sehingga biaya produksi untuk olefin dan poliolefin tetap berada di bawah tekanan. Harga etilena dan propilena Asia bergerak lebih tinggi, sementara PE dan PP di beberapa pasar telah naik lebih dari USD 200/ton dalam periode terbaru.
🚢 Risiko pasokan Timur Tengah terus menambah premi pada pasar polimer. Teluk Persia menyumbang sekitar 25% dari ekspor global PE/PP, sehingga gangguan di sekitar Selat Hormuz menjadi risiko signifikan terhadap ketersediaan kargo dan biaya mendarat di pasar impor.
🌊 Di Eropa, level air Sungai Rhein yang sangat rendah menambah tekanan pada rantai pasok bahan kimia. BASF dan produsen lain menghadapi kendala produksi atau pengiriman untuk produk tertentu, sementara mengalihkan pengiriman ke jalan dan kereta meningkatkan biaya logistik di atas bahan baku yang sudah mahal.
🇨🇳 Tiongkok tetap menjadi faktor yang menahan pergerakan harga. Tingkat operasi PDH berada di kisaran sekitar 70%, sementara beberapa unit petrokimia menurunkan laju atau masuk masa pemeliharaan. Namun, persediaan dan permintaan yang mendasarinya masih relatif lemah, sementara ekspor polimer Tiongkok yang terus berlanjut meningkatkan tekanan kompetitif di pasar regional.
📉 Secara keseluruhan, kekuatan harga saat ini tampaknya lebih didorong oleh cost-push daripada demand-pull. Permintaan untuk kemasan relatif stabil, tetapi konstruksi dan sebagian permintaan industri masih lemah, sehingga membatasi kemampuan produsen untuk sepenuhnya meneruskan biaya input yang lebih tinggi ke hilir.
🔎 Dalam jangka pendek, harga olefin dan poliolefin dapat tetap tinggi jika harga minyak mentah tetap stabil dan risiko terkait Hormuz terus berlanjut. Harga minyak, kondisi Rhein, serta arus ekspor polimer dari Timur Tengah dan Tiongkok akan tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau pada minggu depan.
#Chemicals $CHR $EMR.US $ICP
🛢️ Harga minyak dan nafta tetap tinggi sepanjang minggu, dengan Brent diperdagangkan sekitar USD 93–94/bbl, sehingga biaya produksi untuk olefin dan poliolefin tetap berada di bawah tekanan. Harga etilena dan propilena Asia bergerak lebih tinggi, sementara PE dan PP di beberapa pasar telah naik lebih dari USD 200/ton dalam periode terbaru.
🚢 Risiko pasokan Timur Tengah terus menambah premi pada pasar polimer. Teluk Persia menyumbang sekitar 25% dari ekspor global PE/PP, sehingga gangguan di sekitar Selat Hormuz menjadi risiko signifikan terhadap ketersediaan kargo dan biaya mendarat di pasar impor.
🌊 Di Eropa, level air Sungai Rhein yang sangat rendah menambah tekanan pada rantai pasok bahan kimia. BASF dan produsen lain menghadapi kendala produksi atau pengiriman untuk produk tertentu, sementara mengalihkan pengiriman ke jalan dan kereta meningkatkan biaya logistik di atas bahan baku yang sudah mahal.
🇨🇳 Tiongkok tetap menjadi faktor yang menahan pergerakan harga. Tingkat operasi PDH berada di kisaran sekitar 70%, sementara beberapa unit petrokimia menurunkan laju atau masuk masa pemeliharaan. Namun, persediaan dan permintaan yang mendasarinya masih relatif lemah, sementara ekspor polimer Tiongkok yang terus berlanjut meningkatkan tekanan kompetitif di pasar regional.
📉 Secara keseluruhan, kekuatan harga saat ini tampaknya lebih didorong oleh cost-push daripada demand-pull. Permintaan untuk kemasan relatif stabil, tetapi konstruksi dan sebagian permintaan industri masih lemah, sehingga membatasi kemampuan produsen untuk sepenuhnya meneruskan biaya input yang lebih tinggi ke hilir.
🔎 Dalam jangka pendek, harga olefin dan poliolefin dapat tetap tinggi jika harga minyak mentah tetap stabil dan risiko terkait Hormuz terus berlanjut. Harga minyak, kondisi Rhein, serta arus ekspor polimer dari Timur Tengah dan Tiongkok akan tetap menjadi faktor penting yang perlu dipantau pada minggu depan.
#Chemicals $CHR $EMR.US $ICP
