Saya dulu mengira "KYC di blockchain" berarti hal yang biasa — unggah ID Anda, sebuah perusahaan menyimpannya, dan sekarang setiap layanan yang Anda gunakan melalui mereka bisa melihat persis siapa Anda. Versi Dusk yang disebut Citadel bekerja dengan cara yang berbeda, dan butuh waktu sebentar bagi saya untuk benar-benar memahami alasannya.
Alih-alih menyerahkan dokumen Anda kepada siapa pun yang meminta, Anda membuktikan klaim tertentu — "Saya sudah di atas 18 tahun," "Saya tidak masuk daftar sanksi," apa pun persyaratannya — tanpa mengungkap data yang mendasarinya. Verifikasinya terjadi lewat zero-knowledge proofs, dan disimpan sebagai semacam soulbound NFT yang terikat pada Anda, bukan dibagikan atau diduplikasi ke setiap layanan yang Anda gunakan.
Hal yang benar-benar membuat saya berpikir justru detail yang lebih kecil: saat ini, jika Anda membuka rekening bank lalu kemudian mendaftar untuk platform investasi (brokerage), Anda pada dasarnya mengulang KYC dari nol setiap kali, dan sekarang dua perusahaan sama-sama menyimpan dokumen sensitif Anda. Materi promosi Citadel mengatakan bahwa Anda memverifikasi sekali, dan setelah itu setiap layanan cukup memeriksa buktinya, bukan meminta ID Anda lagi.
Kedengarannya bagus di atas kertas, tetapi saya terus kembali ke satu pertanyaan. Bukti itu sendiri harus berawal dari sesuatu — ada penerbit (issuer) yang harus mengonfirmasi bahwa Anda benar-benar adalah orang yang Anda klaim, setidaknya sekali. Jadi kepercayaan itu tidak lenyap, hanya bergeser ke hulu: kepada pihak yang memvalidasi kredensial pertama tersebut.
Masih mencoba mencari tahu seberapa besar peran penerbit pertama ini menjadi semacam penjaga gerbang yang sesungguhnya di sini, bahkan jika semua pihak di hilir tetap bersifat privat.
#dusk $DUSK @Dusk $EVAA