Saya punya kebiasaan buruk saat menggunakan aplikasi crypto.

Biasanya saya mengklik “connect wallet” sebelum sempat memikirkan apa yang sebenarnya saya hubungkan.

Mungkin itu bukan kebiasaan terbaik.

Itu membuat saya berpikir tentang pendekatan Dusk terhadap identitas.

Karena jika Dusk ingin aplikasi keuangan bisa berjalan di chain, pertanyaan “siapa Anda?” menjadi jauh lebih besar daripada sekadar mengetahui alamat dompet seseorang.

Di sanalah Citadel mulai terasa lebih masuk akal bagi saya.

Gagasan dasarnya adalah pengguna bisa menyimpan kredensial dan kemudian nanti membuktikan sesuatu tentang kredensial tersebut tanpa langsung membagikan semua informasi pribadi yang mendasarinya ke blockchain.

Misalnya, sebuah aplikasi perlu tahu bahwa saya memenuhi syarat untuk menggunakan sebuah layanan.

Aplikasi itu tidak selalu membutuhkan seluruh identitas saya.

Citadel 2 milik Dusk menggunakan zero-knowledge proofs agar pengguna bisa membuktikan bahwa sebuah kredensial valid sambil menjaga informasi pribadi yang sebenarnya tetap di luar chain. Layanan bisa menentukan apa yang diterimanya, sementara bukti menunjukkan bahwa persyaratan telah terpenuhi.

Saya suka arah ini.

Tapi saya juga merasa ada pertanyaan canggung yang tersembunyi di sini.

Siapa yang mengendalikan kredensial?

Siapa yang memutuskan kredensial mana yang dipercaya?

Dan apa yang terjadi ketika sebuah kredensial perlu dicabut?

Masalah-masalah itu tidak hilang hanya karena zero-knowledge proofs ikut terlibat.

Mungkin itulah sebabnya saya lebih tertarik pada arsitektur identitas Dusk dibanding judul “privasi” yang biasanya.

Privasi hanya satu bagian.

Bagian yang lebih sulit adalah membuat identitas menjadi berguna tanpa mengubah setiap interaksi finansial menjadi formulir KYC raksasa lainnya.

Kalau Dusk bisa membuat proses yang membosankan itu terasa tidak terlihat bagi pengguna, saya akan menganggap itu kemenangan yang jauh lebih besar daripada demo privasi yang lain yang hanya terlihat menarik.
#dusk $DUSK @Dusk