$BTC kenaikan cepat kali ini, pada dasarnya masih didorong oleh short covering (penutupan posisi short) yang memicu aksi squeeze/“menghantam naik”, bukan pembalikan tren yang sifatnya berkelanjutan. Jika meninjau sejarah, bull market yang benar-benar berkelanjutan biasanya bergerak dengan kenaikan bertahap seperti “bulldozer” dalam langkah-langkah kecil untuk melakukan pergantian/rotasi posisi, dan sangat jarang muncul rangkaian big green candle (bullish) beruntun pada level harian tanpa koreksi apa pun. Pasalnya, jika pihak utama (main/instansi) terus melakukan pembelian pakai market order untuk mendorong naik, biaya dana mereka dan konsumsi saham (chip/taruhan) juga akan sulit dipertahankan.
Dari data, kenaikan BTC juga sudah lebih dari 25%. Funding rate melonjak hingga lebih dari 60% tahunan, rasio posisi long vs short mencapai 2,8, berada pada zona “ekstrem serakah”; short yang ter-liquidasi mendekati 80%. Semua orang sedang menyerukan bahwa pasar akan bullish kembali, dan emosi FOMO mencapai puncaknya. Kondisi seperti ini biasanya berarti energi pihak long jangka pendek mulai menipis. Setelah puncak squeeze selesai, long berleverage itu sendiri justru menjadi “bahan bakar” baru. Jika arus dana tambahan tidak bisa melanjutkan (tidak ada penerus) secara berkesinambungan, besar kemungkinan neraca kehancuran/likuidasi akan berpindah ke pihak long. Pada saat itu, tragedi “multi kill” (penyembelihan massal) dengan cara saling menginjak akan terbentuk. Squeeze itu seperti api, bull back itu seperti tungku; api yang sedang besar tidak otomatis berarti tungku akan stabil. Ketika semua orang yakin ini adalah pembalikan, keluar mungkin lebih aman daripada mengejar kenaikan.
Dari data, kenaikan BTC juga sudah lebih dari 25%. Funding rate melonjak hingga lebih dari 60% tahunan, rasio posisi long vs short mencapai 2,8, berada pada zona “ekstrem serakah”; short yang ter-liquidasi mendekati 80%. Semua orang sedang menyerukan bahwa pasar akan bullish kembali, dan emosi FOMO mencapai puncaknya. Kondisi seperti ini biasanya berarti energi pihak long jangka pendek mulai menipis. Setelah puncak squeeze selesai, long berleverage itu sendiri justru menjadi “bahan bakar” baru. Jika arus dana tambahan tidak bisa melanjutkan (tidak ada penerus) secara berkesinambungan, besar kemungkinan neraca kehancuran/likuidasi akan berpindah ke pihak long. Pada saat itu, tragedi “multi kill” (penyembelihan massal) dengan cara saling menginjak akan terbentuk. Squeeze itu seperti api, bull back itu seperti tungku; api yang sedang besar tidak otomatis berarti tungku akan stabil. Ketika semua orang yakin ini adalah pembalikan, keluar mungkin lebih aman daripada mengejar kenaikan.

