Pengaruh Palantir jauh melampaui teknologi
Profil baru yang diterbitkan oleh Washington Post menunjukkan bagaimana Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir, beralih dari pengusaha Silicon Valley menjadi sosok yang berpengaruh dalam perumusan kebijakan pemerintahan Trump.
Melalui Cicero Institute, sebuah organisasi yang didirikan oleh Lonsdale, gagasan yang sebelumnya dianggap pinggiran mendapat ruang dalam isu-isu seperti keamanan publik, perumahan, pendidikan, dan terutama populasi tunawisma. Menurut surat kabar tersebut, proposal yang didukung oleh institut membantu mendorong 214 undang-undang di 29 negara bagian sejak 2021.
Pengaruh itu juga sampai ke Gedung Putih: para pakar dari Cicero melakukan kontak rutin dengan anggota pemerintahan dan membantu membentuk kebijakan terkait homelessness. Lonsdale juga memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh seperti Elon Musk dan JD Vance.
Kasus ini mengungkap transformasi penting: para miliarder dan pengusaha teknologi tidak hanya menciptakan perusahaan—mereka juga semakin berupaya merancang ulang negara itu sendiri.
Pertanyaannya, apakah ini merupakan modernisasi pemerintahan yang diperlukan atau justru konsentrasi kekuasaan yang berlebihan di tangan segelintir elit teknologi.
Profil baru yang diterbitkan oleh Washington Post menunjukkan bagaimana Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir, beralih dari pengusaha Silicon Valley menjadi sosok yang berpengaruh dalam perumusan kebijakan pemerintahan Trump.
Melalui Cicero Institute, sebuah organisasi yang didirikan oleh Lonsdale, gagasan yang sebelumnya dianggap pinggiran mendapat ruang dalam isu-isu seperti keamanan publik, perumahan, pendidikan, dan terutama populasi tunawisma. Menurut surat kabar tersebut, proposal yang didukung oleh institut membantu mendorong 214 undang-undang di 29 negara bagian sejak 2021.
Pengaruh itu juga sampai ke Gedung Putih: para pakar dari Cicero melakukan kontak rutin dengan anggota pemerintahan dan membantu membentuk kebijakan terkait homelessness. Lonsdale juga memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh seperti Elon Musk dan JD Vance.
Kasus ini mengungkap transformasi penting: para miliarder dan pengusaha teknologi tidak hanya menciptakan perusahaan—mereka juga semakin berupaya merancang ulang negara itu sendiri.
Pertanyaannya, apakah ini merupakan modernisasi pemerintahan yang diperlukan atau justru konsentrasi kekuasaan yang berlebihan di tangan segelintir elit teknologi.
