Tinjauan Pasar FX untuk 17–21 Agustus: USD Melemah saat Fokus Beralih ke Jackson Hole

💵 Dolar AS mengakhiri pekan ini di bawah tekanan luas, dengan DXY turun dari sekitar 99,6 menjadi mendekati 98,8. EUR, GBP, AUD, dan NZD semuanya menguat terhadap dolar, sementara mata uang terkait komoditas juga mendapat dukungan dari harga energi yang lebih tinggi.

🏦 Salah satu pendorong utama pekan ini adalah keputusan Treasury AS untuk memperluas pembelian kembali obligasi jangka panjang, yang pada awalnya mendorong imbal hasil lebih rendah dan menambah tekanan pada dolar. Namun, imbal hasil jangka panjang kemudian kembali menguat, yang menunjukkan bahwa kekhawatiran terkait pasar Treasury dan kondisi fiskal AS masih belum terselesaikan.

📊 Notulen FOMC memberikan sinyal yang relatif hawkish, dengan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% sementara tiga anggota mendukung kenaikan 25bp segera. Meski demikian, dolar gagal melakukan pemulihan yang berarti, mengindikasikan bahwa data AS yang lebih lemah serta pergerakan pada imbal hasil Treasury membawa bobot lebih besar bagi pasar FX.

🇦🇺 AUD tetap mencatat kenaikan mingguan yang kuat meskipun pekerjaan Australia turun 15.800 dan pengangguran naik ke 4,5%. CAD juga mendapat dukungan dari harga minyak yang lebih tinggi, sementara headline CPI Kanada naik menjadi 3,0% meski ukuran inflasi inti tetap relatif terkendali. EUR dan GBP terutama didukung oleh melemahnya USD yang luas.

👀 Ke depan, perhatian beralih ke Jackson Hole dan data penting AS termasuk PCE dan PDB. Inflasi yang lebih lemah dan pesan The Fed yang kurang hawkish dapat menjaga dolar tetap tertekan, sementara data yang lebih kuat dari perkiraan atau lonjakan tajam lain pada imbal hasil AS dapat memicu rebound USD jangka pendek.

#Forex $USDC $USDE $USDS