Main Saham ASIA Berbasis Perdagangan Grid pada Semikonduktor 2.742 Kali, Mengapa Keuntungannya Tetap Negatif?

Dengan kontrak berbasis U untuk strategi grid guna berlari pada aset komputasi dan penyimpanan yang dihitung oleh AI seperti $TSM dan $SAMSUNG $MU , dijalankan hampir 60 hari. Berikut rangkuman beberapa algoritma dan logika keras untuk trading real (hard logic) yang saya simpulkan:
1 Frekuensi tinggi tidak selalu berarti total keuntungan tinggi

Lihat datanya: $SAMSUNG melakukan auto high-sell low-buy (arbitrase) sebanyak 2.742 kali. Lalu keuntungan yang sudah dipasangkan (paired) berhasil diwujudkan sebesar +133,31 USDT, dengan tingkat imbal hasil 49,71%. $DRAM juga memiliki 1.377 kali arbitrase yang dipasangkan, tetapi belakangan ini penurunan dalam (deep pullback) pada sektor teknologi bursa AS membuat posisi yang belum dipasangkan (unpaired) mengalami kerugian mengambang, sehingga total keuntungan menjadi negatif.

2 Garis pertahanan inti grid kontrak adalah harga likuidasi (strong liquidation price)
Jalankan grid dengan leverage 10x hingga 12x. Harga likuidasi menentukan garis hidup. Dengan menaikkan harga likuidasi $SAMSUNG menjadi 72,5 dolar, dan harga likuidasi $MU menjadi 312 dolar, Anda bisa mempertahankan rating risiko yang rendah. Jadi meski pasar mengalami penusukan (spike) besar-besaran, robot tetap tidak akan terlempar keluar karena likuidasi paksa (strong liquidation).

3 Gunakan laba dari arbitrase untuk “mengunyah” biaya pendanaan (funding fee)
Saat menjalankan grid posisi long, setiap hari harus dipotong funding fee. Namun selama frekuensi arbitrase grid cukup tinggi, laba yang sudah dipasangkan dapat menutup funding fee sepenuhnya. Sisanya adalah menunggu sektor itu berhenti turun lalu memantul—kerugian mengambang berubah menjadi keuntungan murni saat terjadi ledakan (爆拉).
$MU