Baru saja aku bermimpi. Dalam mimpiku, $BTC turun kembali ke 75000. Di dalam mimpiku, aku berjuang berkali-kali, akhirnya cut loss. Tiba-tiba rasanya tubuh dan pikiranku jadi ringan sekali, aku terbangun. Lalu aku ambil ponsel, dan ternyata $BTC tidak turun—malah naik 😂
Tapi melalui mimpi ini, aku merasa sekarang ini saatnya untuk mengakhiri urusan ini. Dulu aku pernah bilang: kalau sebuah investasi membuatmu tidak bisa tidur nyenyak, maka itu bukan investasi yang baik. Bukan cuma mimpi—dulu saat bepergian, kalau tidak membawa HP untuk trading coin, rasanya tidak ada masalah. Tapi kemarin saat aku berkunjung ke rumah teman, jelas aku jadi tidak fokus, mulai terlalu peduli dengan pergerakan $BTC . Ini jelas sudah memengaruhi hidupku. Seseorang, selain uang, kesehatan mental dan fisik adalah yang paling penting. Jadi aku memutuskan untuk menghentikan transaksi ini.
Kata Buddha, semua kegelisahan di dunia berasal dari keakuan (ego). Itu benar sekali. Kalau mengingat transaksi ini, menahan posisi (hold) pada awalnya karena aku terobsesi pada peluang menang 100%. Padahal justru itu yang paling tidak berguna dalam trading. Jadi soal top up kemarin, kalau dipikir lagi, lebih karena aku terkejut oleh kenaikan beberapa hari terakhir. Ada rasa tidak terima, tidak percaya masih bisa terus naik—bukan dari pertimbangan yang rasional. Posisi ini seharusnya sudah dihentikan sejak kemarin, hanya saja dibiarkan bertahan satu hari lagi.
Kerugian 3,4 juta W itu terlalu banyak yang bisa dirasakan. Semoga mereka tidak mengalami hal seperti ini 😂 Pada akhirnya, meskipun aku sudah cut loss, aku tetap merasa tren seperti ini tidak mungkin berlanjut. Mungkin saja saat aku jual, baru mulai terjadi dump besar—siapa tahu? Setelah kontrak berakhir, mereka pasti akan mencari beberapa peluang untuk memulihkan kondisi (balik modal). Sebagai kaum “sawi” (terjun ke pasar), hidup pasti terus berlanjut, tanpa henti. Selamat pagi para dewa~🌞