Wynalazek: Cienkowarstwowy „Płuco-Żagiel” (Bioniczny Reaktor Tlenowy)
Jest to banalnie prosta membrana montowana na elewacjach budynków lub pojazdach, która imituje procesy zachodzące w pęcherzykach płucnych, ale w skali makro i bez zapotrzebowania na energię mechaniczną.
Koncepcja i Zasada Działania
Wynalazek opiera się na pasywnym gradiencie ciśnień. Membrana składa się z dwóch warstw polimeru hydrofobowego, pomiędzy którymi znajduje się zamknięty obieg roztworu syntetycznej hemoglobiny (chelatów żelaza).
* Proses: Gdy angin bertiup di „layar”, terjadi perbedaan tekanan (sesuai dengan hukum Bernoulli). Perubahan tekanan ini memaksa membran untuk melakukan “penyerapan” selektif CO_2 dan NO_x dari udara ke dalam cairan.
* Paradoks: Alat ini tampak “bernapas” – berdenyut di bawah pengaruh pergerakan udara, dan di dalamnya terjadi reaksi kimia yang mengikat polutan dan melepaskan oksigen murni (O_2) tanpa menggunakan filter mekanis atau listrik apapun.
* Tindakan: Memanfaatkan energi kinetik angin untuk mendorong pertukaran gas pada tingkat molekuler. Karbon yang terkumpul mengendap di wadah bawah dalam bentuk endapan mineral yang mudah dihilangkan.
Realitas
Prinsip kerja didasarkan pada fisika difusi gas yang dikenal melalui membran semi-permeabel. Kuncinya adalah penggunaan polimer generasi baru (MOFs – Metal-Organic Frameworks) yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Produksi membran semacam itu murah dan memungkinkan dengan menggunakan mesin press industri standar.
Jest to banalnie prosta membrana montowana na elewacjach budynków lub pojazdach, która imituje procesy zachodzące w pęcherzykach płucnych, ale w skali makro i bez zapotrzebowania na energię mechaniczną.
Koncepcja i Zasada Działania
Wynalazek opiera się na pasywnym gradiencie ciśnień. Membrana składa się z dwóch warstw polimeru hydrofobowego, pomiędzy którymi znajduje się zamknięty obieg roztworu syntetycznej hemoglobiny (chelatów żelaza).
* Proses: Gdy angin bertiup di „layar”, terjadi perbedaan tekanan (sesuai dengan hukum Bernoulli). Perubahan tekanan ini memaksa membran untuk melakukan “penyerapan” selektif CO_2 dan NO_x dari udara ke dalam cairan.
* Paradoks: Alat ini tampak “bernapas” – berdenyut di bawah pengaruh pergerakan udara, dan di dalamnya terjadi reaksi kimia yang mengikat polutan dan melepaskan oksigen murni (O_2) tanpa menggunakan filter mekanis atau listrik apapun.
* Tindakan: Memanfaatkan energi kinetik angin untuk mendorong pertukaran gas pada tingkat molekuler. Karbon yang terkumpul mengendap di wadah bawah dalam bentuk endapan mineral yang mudah dihilangkan.
Realitas
Prinsip kerja didasarkan pada fisika difusi gas yang dikenal melalui membran semi-permeabel. Kuncinya adalah penggunaan polimer generasi baru (MOFs – Metal-Organic Frameworks) yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Produksi membran semacam itu murah dan memungkinkan dengan menggunakan mesin press industri standar.