šŸ”„ ā€œBaru sempat di gelombang tapi keburu ambil untungā€ - ā€œAmbil terlalu cepat, lemah bangetā€

Aku akui…selama pasar masih ada dan semakin lama kita berdagang, kita malah makin merasa diri makin lambat, makin ā€œlemahā€ entah sampai berapa jauh.

Tapi justru dari situ aku sadar…nggak ada yang abadi. Semakin berharap, semakin kecewa dan semakin sakit. Nggak ada yang benar-benar tahu mana itu kaki gelombang, mana gelombang yang utuh, dan mana puncak atau dasar. Pada akhirnya semua cuma sudut pandang dan cara pandang tiap orang.

Uangnya sendiri yang ā€œrealā€. Kalau keputusan salah ya rugi gila-gilaan, tapi kalau nekat dan aktif ya enak—kalau salah justru menyesal. Dan berdasarkan statistik yang benar-benar terjadi, dari 80% orang yang pernah trading, semuanya sedang menyesal. 10% sisanya kesal karena tradingnya malah rugi, dan 10% sisanya lagi ā€œhold to dieā€, terserah pasar.

Ambil contoh dari post $LINK yang baru aku pasang:
- Aku untung 50% dari 8$ jadi 12$ lock, menurut pandangan banyak orang itu masih rendah, itu makan non, dan harga ini juga masih di bawah entry banyak orang….kedengarannya memang seperti ā€œmanipulasiā€ sih.

Tapi kalau mau dapat 50% untung dari sekarang, kamu harus tetap nahan sampai 18$ agar performanya setara. Dan siapa yang berani jamin harga akan terus naik? Terus harga bakal turun ke entry teman-teman yang kejar di atas atap itu? Kalau memang sampai turun, ya mereka nggak akan nguber.

Aku udah ngejar puncak berkali-kali, ruginya juga banyak—tambah terbakar lagi pun nggak kalah sama siapa-siapa. Putar-putar kembali…menilai atau pendapat atau sudut pandang orang lain cuma buat referensi. Uangku nyata, rugi juga rugi beneran, dan untung ya cuma aku yang menikmati.

Jadi kalau ā€œlemahā€ bisa bantu aku dapat uang, jaga uang tanpa merugikan siapa pun, ya santai aja tetap jadi ā€œlemahā€ :)))

Ditandatangani…ĐẔt, member klub orang lemah di VN. Sementara 8 jari dan hobi ngegas ngomong juga di internet.