Saya ulangi lagi: siapa pun yang tidak bisa menahan, kalau tidak bisa menahan, silakan pergi bekerja; kalau tidak bisa, pergi masuk pabrik; kalau tidak bisa, pergi menggarap sawah. Saat naik tidak bisa menahan, saat koreksi juga tidak bisa menahan—palu/cangkul itu bisa dipegang nggak? kunci inggris bisa dipegang nggak? sekrup bisa dipasang/dipegang nggak? angkat batu bata bisa atau tidak? bisa makan nggak? bisa tahan pahitnya atau nggak? bisa menghasilkan uang atau nggak? tidak sanggup rugi, tidak bisa untung—akhirnya cuma jadi bawang/“seperti”, dipanen sebagai kaum minoritas. Orang lain makan daging, kamu minum kuah; orang lain minum kuah, kamu jaga shift; orang lain jaga shift, kamu malah yang “memotong daging”. Kalau tidak bisa menahan, jangan bermain; kalau bermain, harus bisa menahan. Kalau tidak bisa, jujurlah kerja, jangan di pasar cari uang dengan cara yang salah.