Menarik, penetapan harga model besar AS vs Tiongkok di putaran ini langsung “terbelah” begitu saja. Pada 21 Agustus, pengumuman resmi OpenAI: harga API dan kuota (poin) GPT-5.6 Sol untuk tiga bulan ke depan diturunkan lebih dari 20%. Di dalam negeri justru sebaliknya—DeepSeek memimpin kenaikan, lalu Zhipu, Kimi, dan MiniMax menyusul bertahap. Morgan Stanley mencatat bahwa pada kuartal kedua, rata-rata harga input API model buatan dalam negeri naik menjadi 4,9 yuan per jutaan token; pada kuartal pertama 2025 masih 3,3 yuan, sementara harga output justru melonjak hingga 21,9 yuan.
Respons pertama saya adalah saya salah lihat, tetapi setelah dicek lagi ternyata memang benar. Kuncinya ada pada “pengerek” kenaikan harga: perusahaan model independen memimpin kenaikan, sedangkan perusahaan besar yang memiliki kapasitas komputasi sendiri justru tidak bergerak atau melakukan penyesuaian harga secara terselubung. Intinya, biaya komputasi tetap menekan di sana—perusahaan independen yang menawarkan harga lebih murah untuk mengejar pangsa pasar sudah tidak sanggup, jadi akhirnya hanya bisa mengubah harga. Di sisi OpenAI, mereka justru menurunkan harga secara aktif untuk merebut volume; pemikiran kedua pihak berbeda.
Kenaikan harga kali ini terlihat seperti koreksi, padahal pada dasarnya karena perusahaan independen duluan tidak tahan.