Apa maksud “Brahmana di kota kabupaten”?
Saya tidak ingin membahas “Brahmana di kota kabupaten”.
Saya hanya ingin bicara tentang “Sudra di kota kabupaten”.
Dasar sial. Di kampung halaman saya, di kota kabupaten kecil itu, kalau dua mobil sedikit bersenggolan, paling-paling biayanya tidak sampai tiga ratus—kalau dibawa ke bengkel, selesai. Tapi begitu masing-masing pihak turun mobil, urusannya tidak pernah mencari polisi atau duduk bersama untuk negosiasi damai; yang dilakukan selalu menelepon untuk mengajak orang.
Nggak berhenti begitu: akhirnya kedua belah pihak ketemu. “Aduh a-duh a-duh! Kamu itu sepupu dari paman si si anu, tante dari keluarga istri si anu!” “Aduh a-duh! Kamu itu teman dekat dari tetangga dari kakek/bibi si si anu!”
Muak sekali.
Saya tidak ingin membahas “Brahmana di kota kabupaten”.
Saya hanya ingin bicara tentang “Sudra di kota kabupaten”.
Dasar sial. Di kampung halaman saya, di kota kabupaten kecil itu, kalau dua mobil sedikit bersenggolan, paling-paling biayanya tidak sampai tiga ratus—kalau dibawa ke bengkel, selesai. Tapi begitu masing-masing pihak turun mobil, urusannya tidak pernah mencari polisi atau duduk bersama untuk negosiasi damai; yang dilakukan selalu menelepon untuk mengajak orang.
Nggak berhenti begitu: akhirnya kedua belah pihak ketemu. “Aduh a-duh a-duh! Kamu itu sepupu dari paman si si anu, tante dari keluarga istri si anu!” “Aduh a-duh! Kamu itu teman dekat dari tetangga dari kakek/bibi si si anu!”
Muak sekali.
