#termmax @TermMax Di Binance square TermMax meluncurkan kampanye booster dan ketika saya mempelajari TermMax saya melihat bahwa TermMax (token TMX) adalah protokol DeFi yang berfokus pada pinjam-meminjam dengan suku bunga tetap dan jangka waktu tetap. Protokol ini menghilangkan ketidakpastian dari suku bunga variabel yang umum di sebagian besar platform DeFi (seperti Aave atau Compound). Pengguna tahu persis berapa yang akan mereka peroleh atau bayarkan di muka untuk periode tertentu. TermMax adalah protokol Multilayer dan ketika saya mencoba memahami cara kerjanya sebagai protokol Multilayer, jadi:
“Multi-layer” mengacu pada beberapa gagasan terkait dalam protokol: desain multi-token, arsitektur berlapis, kehadiran multi-chain, dan cara berlapis untuk menghasilkan imbal hasil.
Berikut penjelasan yang jelas dalam bahasa yang sederhana.
1. Sistem Multi-Token Inti (inti cara kerjanya)
TermMax memecah pinjaman normal menjadi beberapa bagian khusus yang dapat diperdagangkan secara terpisah. Ini sering dijelaskan sebagai sistem tiga token:
FT (Fixed-rate Token) — Anggap ini seperti obligasi zero-coupon atau voucher diskon.
Pihak pemberi pinjaman membelinya dengan harga murah (di bawah nilai nominal) dan menukarkannya untuk jumlah penuh pada saat jatuh tempo. Selisihnya adalah imbal hasil tetap yang terkunci. Inilah sisi “imbal hasil yang aman dan dapat diprediksi”.
Token-token ini bekerja bersama sehingga pemberian pinjaman, peminjaman, dan leverage semuanya terjadi di dalam satu sistem, bukan harus mengutak-atik banyak protokol sekaligus. Bayangkan deposito dan pinjaman bank tradisional yang sepenuhnya on-chain, dapat diperdagangkan dalam potongan-potongan, dengan alat leverage bawaan, penumpukan imbal hasil otomatis pada dana menganggur, dan manajer profesional (kurator) yang menangani bagian-bagian rumit untuk Anda. Desain multi-layer membuat modal bekerja lebih keras dan lebih bisa diprediksi dibanding DeFi suku bunga variabel klasik.
Risiko yang perlu diingat (seperti DeFi apa pun): risiko smart contract, risiko likuidasi pada posisi yang menggunakan leverage (meskipun beberapa produk Alpha menargetkan pengurangan tekanan akibat margin-call), likuiditas, risiko oracle, dan risiko pasar. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan hanya gunakan apa yang mampu Anda rugikan.@TermMax
“Multi-layer” mengacu pada beberapa gagasan terkait dalam protokol: desain multi-token, arsitektur berlapis, kehadiran multi-chain, dan cara berlapis untuk menghasilkan imbal hasil.
Berikut penjelasan yang jelas dalam bahasa yang sederhana.
1. Sistem Multi-Token Inti (inti cara kerjanya)
TermMax memecah pinjaman normal menjadi beberapa bagian khusus yang dapat diperdagangkan secara terpisah. Ini sering dijelaskan sebagai sistem tiga token:
FT (Fixed-rate Token) — Anggap ini seperti obligasi zero-coupon atau voucher diskon.
Pihak pemberi pinjaman membelinya dengan harga murah (di bawah nilai nominal) dan menukarkannya untuk jumlah penuh pada saat jatuh tempo. Selisihnya adalah imbal hasil tetap yang terkunci. Inilah sisi “imbal hasil yang aman dan dapat diprediksi”.
Token-token ini bekerja bersama sehingga pemberian pinjaman, peminjaman, dan leverage semuanya terjadi di dalam satu sistem, bukan harus mengutak-atik banyak protokol sekaligus. Bayangkan deposito dan pinjaman bank tradisional yang sepenuhnya on-chain, dapat diperdagangkan dalam potongan-potongan, dengan alat leverage bawaan, penumpukan imbal hasil otomatis pada dana menganggur, dan manajer profesional (kurator) yang menangani bagian-bagian rumit untuk Anda. Desain multi-layer membuat modal bekerja lebih keras dan lebih bisa diprediksi dibanding DeFi suku bunga variabel klasik.
Risiko yang perlu diingat (seperti DeFi apa pun): risiko smart contract, risiko likuidasi pada posisi yang menggunakan leverage (meskipun beberapa produk Alpha menargetkan pengurangan tekanan akibat margin-call), likuiditas, risiko oracle, dan risiko pasar. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan hanya gunakan apa yang mampu Anda rugikan.@TermMax