Baru saja lihat @TermMax, malah saya jadi makin peduli pada masalah yang sangat realistis: 90 juta dolar TVL—ketika benar-benar jatuh ke pasar tertentu, sebesar apa ukuran order yang sebenarnya bisa diserap?
Data TermMax memang tidak buruk: TVL sudah lebih dari 90 juta dolar, lebih dari 1,5 juta wallet terdaftar, lebih dari 90 ribu pengguna aktif harian, dan sudah menyebar ke 10 jaringan EVM. Tanggal 25 Agustus juga akan ada TGE; arus lalu lintas, dana, dan kebutuhan transaksi kemungkinan besar akan naik.
Tapi dari sudut pandang trader, saya kurang suka hanya melihat total seperti itu.
Pasar fixed-rate secara alami dipecah menjadi banyak pool kecil berdasarkan “jangka waktu + aset + tingkat bunga”. Jadi ketika 90 juta dolar itu dipecah ke berbagai chain, berbagai jangka waktu, dan berbagai jaminan, yang akhirnya benar-benar menentukan pengalaman adalah seberapa besar dana yang ada di sekitar order book. Masuk 50.000 dolar, bisa meluncur berapa jauh? Kalau 100.000 dolar, bisa langsung terisi sekali transaksi atau tidak? Saat harga tiba-tiba bergerak, berapa lama order batal sebelum benar-benar efektif? Hal-hal inilah yang benar-benar saya pedulikan.
App V2 menyatukan hal-hal lintas-chain dan order limit, termasuk “limit order pinjaman yang menggantung tapi belum terisi masih bisa menghasilkan floating yield”. Saya cukup menyukai desain ini, karena memang menyelesaikan masalah dana yang menganggur menunggu.
Tapi justru di sinilah masalahnya: fungsinya makin terasa seperti pasar trading profesional. Kalau begitu, apakah sebaiknya mulai membuka lebih banyak data di level eksekusi?
Misalnya kedalaman eksekusi di tiap pasar, average slippage, waktu order terisi, dan tingkat kegagalan saat kondisi pasar ekstrem. Kalau tidak, yang dilihat pengguna hanyalah “90M TVL”, padahal saat benar-benar melakukan order, yang mereka hadapi mungkin hanya pasar lokal yang sangat tipis.
Terutama menjelang dan setelah TGE pada 25 Agustus, menurut saya saat itulah benar-benar terjadi uji tekanan yang sesungguhnya.
Saat ini lancar itu bukan prestasi—yang membuktikan adalah apakah dana yang tiba-tiba membanjir masuk masih bisa tetap lancar.
Kritik terbesar saya pada TermMax bukan apakah ada likuiditas atau tidak, melainkan apakah likuiditas itu benar-benar bisa dipanggil dalam satu detik saat pengguna benar-benar membutuhkan untuk menyelesaikan transaksi.
Jawaban atas itu jauh lebih penting daripada TVL naik berapa lagi.
#TermMax $TermMax @TermMax
Data TermMax memang tidak buruk: TVL sudah lebih dari 90 juta dolar, lebih dari 1,5 juta wallet terdaftar, lebih dari 90 ribu pengguna aktif harian, dan sudah menyebar ke 10 jaringan EVM. Tanggal 25 Agustus juga akan ada TGE; arus lalu lintas, dana, dan kebutuhan transaksi kemungkinan besar akan naik.
Tapi dari sudut pandang trader, saya kurang suka hanya melihat total seperti itu.
Pasar fixed-rate secara alami dipecah menjadi banyak pool kecil berdasarkan “jangka waktu + aset + tingkat bunga”. Jadi ketika 90 juta dolar itu dipecah ke berbagai chain, berbagai jangka waktu, dan berbagai jaminan, yang akhirnya benar-benar menentukan pengalaman adalah seberapa besar dana yang ada di sekitar order book. Masuk 50.000 dolar, bisa meluncur berapa jauh? Kalau 100.000 dolar, bisa langsung terisi sekali transaksi atau tidak? Saat harga tiba-tiba bergerak, berapa lama order batal sebelum benar-benar efektif? Hal-hal inilah yang benar-benar saya pedulikan.
App V2 menyatukan hal-hal lintas-chain dan order limit, termasuk “limit order pinjaman yang menggantung tapi belum terisi masih bisa menghasilkan floating yield”. Saya cukup menyukai desain ini, karena memang menyelesaikan masalah dana yang menganggur menunggu.
Tapi justru di sinilah masalahnya: fungsinya makin terasa seperti pasar trading profesional. Kalau begitu, apakah sebaiknya mulai membuka lebih banyak data di level eksekusi?
Misalnya kedalaman eksekusi di tiap pasar, average slippage, waktu order terisi, dan tingkat kegagalan saat kondisi pasar ekstrem. Kalau tidak, yang dilihat pengguna hanyalah “90M TVL”, padahal saat benar-benar melakukan order, yang mereka hadapi mungkin hanya pasar lokal yang sangat tipis.
Terutama menjelang dan setelah TGE pada 25 Agustus, menurut saya saat itulah benar-benar terjadi uji tekanan yang sesungguhnya.
Saat ini lancar itu bukan prestasi—yang membuktikan adalah apakah dana yang tiba-tiba membanjir masuk masih bisa tetap lancar.
Kritik terbesar saya pada TermMax bukan apakah ada likuiditas atau tidak, melainkan apakah likuiditas itu benar-benar bisa dipanggil dalam satu detik saat pengguna benar-benar membutuhkan untuk menyelesaikan transaksi.
Jawaban atas itu jauh lebih penting daripada TVL naik berapa lagi.
#TermMax $TermMax @TermMax