Beberapa hari ini aku benar-benar mengecek semua jenis pintu masuk untuk DUSK, dan aku semakin merasa bahwa @Dusk sekarang punya masalah yang cukup canggung: proyek ini terus membahas regulated finance dan aset institusi yang di-on-chain, tapi ketika pengguna biasa benar-benar masuk, tantangan pertama bukan “memahami nilai Dusk”, melainkan jangan sampai orang tersebut bingung dan salah saat beroperasi.
Misalnya sekarang ERC20/BEP20 DUSK harus dipindahkan ke mainnet. Kamu perlu menyiapkan self-custody wallet, WalletConnect, dan juga membedakan Approve dan Execute. Approve yang sudah selesai tidak berarti perpindahan sudah selesai—kamu masih perlu melakukan Execute lagi. Gas di chain sumber juga harus kamu siapkan sendiri. Perkiraan waktu kedatangan tipikal yang diberikan pihak resmi masih sekitar 1 jam. Orang yang sudah familiar dengan operasi on-chain menganggap itu hal biasa, tapi untuk pengguna yang baru pertama kali datang, masalah paling mudah terjadi justru pada skenario seperti ini: “aku sudah klik, tapi kenapa koinnya belum masuk?”
Lalu lihat soal staking. Staking langsung minimal 1000 DUSK: ini bukan sekadar klik sekali pada Stake lalu selesai. Kamu perlu menjalankan node Provisioner, menjaga agar tetap online dan tersinkron, dan proses aktivasi butuh sekitar 6–12 jam lagi. Pada akhirnya, kebanyakan orang kemungkinan besar akan kembali ke pool pihak ketiga—lalu risiko custody dan risiko kontrak muncul lagi.
Hal yang juga patut direnungkan: pada bulan Januari tahun ini, jembatan Dusk sempat mengalami insiden ketika wallet bertandatangan (signature wallet) berhasil dibobol. Walaupun itu bukan kelemahan di level protokol, pihak resmi kemudian mengubah ulang isolasi dan kontrol risiko pada jembatan. Namun dari sudut pandang pengguna, aku sama sekali tidak membedakan “keamanan protokol” dan “keamanan layanan jembatan”—aku hanya tahu bahwa pintu masuk aset bermasalah.
Jadi keraguan terbesar yang saat ini aku punya terhadap Dusk bukan apakah teknologinya cukup kuat atau tidak, melainkan apakah produknya benar-benar menjadikan “kesalahan apa yang mungkin dilakukan orang biasa” sebagai bagian dari desain. Infrastruktur keuangan untuk institusi memang penting, tapi jika untuk menghubungkan wallet, migrasi, staking, dan pemulihan saat error saja pengguna masih harus membaca dokumen terlebih dahulu, menurutku masih ada jarak sebelum benar-benar dipakai secara besar-besaran.
#dusk $DUSK @Dusk
Misalnya sekarang ERC20/BEP20 DUSK harus dipindahkan ke mainnet. Kamu perlu menyiapkan self-custody wallet, WalletConnect, dan juga membedakan Approve dan Execute. Approve yang sudah selesai tidak berarti perpindahan sudah selesai—kamu masih perlu melakukan Execute lagi. Gas di chain sumber juga harus kamu siapkan sendiri. Perkiraan waktu kedatangan tipikal yang diberikan pihak resmi masih sekitar 1 jam. Orang yang sudah familiar dengan operasi on-chain menganggap itu hal biasa, tapi untuk pengguna yang baru pertama kali datang, masalah paling mudah terjadi justru pada skenario seperti ini: “aku sudah klik, tapi kenapa koinnya belum masuk?”
Lalu lihat soal staking. Staking langsung minimal 1000 DUSK: ini bukan sekadar klik sekali pada Stake lalu selesai. Kamu perlu menjalankan node Provisioner, menjaga agar tetap online dan tersinkron, dan proses aktivasi butuh sekitar 6–12 jam lagi. Pada akhirnya, kebanyakan orang kemungkinan besar akan kembali ke pool pihak ketiga—lalu risiko custody dan risiko kontrak muncul lagi.
Hal yang juga patut direnungkan: pada bulan Januari tahun ini, jembatan Dusk sempat mengalami insiden ketika wallet bertandatangan (signature wallet) berhasil dibobol. Walaupun itu bukan kelemahan di level protokol, pihak resmi kemudian mengubah ulang isolasi dan kontrol risiko pada jembatan. Namun dari sudut pandang pengguna, aku sama sekali tidak membedakan “keamanan protokol” dan “keamanan layanan jembatan”—aku hanya tahu bahwa pintu masuk aset bermasalah.
Jadi keraguan terbesar yang saat ini aku punya terhadap Dusk bukan apakah teknologinya cukup kuat atau tidak, melainkan apakah produknya benar-benar menjadikan “kesalahan apa yang mungkin dilakukan orang biasa” sebagai bagian dari desain. Infrastruktur keuangan untuk institusi memang penting, tapi jika untuk menghubungkan wallet, migrasi, staking, dan pemulihan saat error saja pengguna masih harus membaca dokumen terlebih dahulu, menurutku masih ada jarak sebelum benar-benar dipakai secara besar-besaran.
#dusk $DUSK @Dusk