#TermMax @TermMax Tercatat tanpa sadar saya memasukkan XT ke dalam TermMax sebagai token biasa, yang harganya sekadar berfluktuasi seiring pasar.
Sebenarnya XT adalah ERC-20 yang mewakili kewajiban berbasis persentase dari peminjam, yakni nilai saat ini dari bunga yang belum dibayar.
Sampai jatuh tempo berlaku rumus paritas: 1 FT ditambah 1 XT sama dengan 1 token debet. Ini tidak berarti harga XT tidak dipengaruhi pasar—hanya saja jumlah FT dan XT selalu terikat oleh relasi tersebut.
Di sini saya tidak lagi memandang XT sebagai aset terpisah dari FT.
Misalnya: jika pinjaman sebesar 1000 USDC, pada setiap saat nilai FT dan XT jika dijumlahkan selalu sama dengan 1000 USDC itu.
Di sinilah perubahannya.
Pada saat jatuh tempo, FT dapat dilunasi dengan nilai nominal penuh. Dan karena jumlah FT dan XT selalu sama dengan satu token, maka harga XT pada saat itulah secara aritmetis turun menjadi nol.
Bukan XT yang menghilang. Yang menghilang adalah nilainya—menjadi nol karena rumus paritas, bukan karena keinginan protokol atau karena pasar turun.
Sejak saat itu, saya melihat XT bukan dari harganya, melainkan dari jaraknya ke tanggal jatuh tempo. XT juga menunjukkan besarnya leverage pada agunan. Tapi itu sifat samping, bukan alasan keberadaannya.
Dan di sini saya menangkap pertanyaan lain: apakah pemberi pinjaman (lender) memahami bahwa nilai XT bergerak menuju nol hanya karena kalender, terlepas dari harga agunannya?