Pertama kali saya melihat TermMax, saya pikir bagian tersulit adalah memahami konsep fixed-rate (suku bunga tetap).
Namun, semakin dalam saya mempelajarinya, semakin menarik satu hal yang menjadi jelas:
Bagaimana TermMax menciptakan pasar fixed-rate tanpa menghilangkan fleksibilitas DeFi?
Jawabannya ada pada desain pasarnya.
Alih-alih memaksa setiap pengguna masuk ke pool pinjaman yang sama, TermMax membuat pasar fixed-rate yang terpisah—di mana kondisi-kondisi penting sudah ditentukan:
• Aset utang
• Aset jaminan
• Tanggal jatuh tempo
• Parameter pinjaman
Ini menciptakan lingkungan yang lebih transparan, di mana kedua pihak memahami ketentuan sebelum masuk.
Bagian uniknya adalah cara penyedia likuiditas berpartisipasi.
TermMax menggunakan model range order, memungkinkan pemberi pinjaman menetapkan harga dan rentang suku bunga yang mereka preferensikan, alih-alih sekadar menerima satu suku bunga pasar. Ini memberi penyedia likuiditas kendali lebih besar atas bagaimana modal mereka dialokasikan.
Contohnya:
Seorang pemberi pinjaman bisa memutuskan:
"Saya mau menyediakan likuiditas hanya ketika suku bunga pinjaman tetap berada dalam rentang preferensi saya."
Seorang peminjam bisa memutuskan:
"Saya ingin mengambil pinjaman dengan biaya saya diketahui sampai jatuh tempo."
Itu menciptakan pasar di mana kedua belah pihak memiliki ekspektasi yang lebih jelas.
Ini penting karena DeFi selama ini sudah memiliki likuiditas, tetapi likuiditas yang dapat diprediksi lebih sulit untuk dibangun.
Pendekatan TermMax berusaha menggabungkan bagian terbaik dari pasar fixed-income tradisional dengan keterbukaan blockchain:
Aturan yang transparan.
Eksekusi on-chain.
Posisi yang bisa diprogram.
Saat ini, protokol tersebut menyebutkan $50M+ TVL, 8+ jaringan yang didukung, dan 20+ vault aktif di situs web resminya.
Pertanyaan yang menarik adalah:
Apakah pasar fixed-rate yang dikustomisasi akan menjadi evolusi berikutnya dari likuiditas DeFi?
Karena masa depan mungkin bukan hanya tentang lebih banyak likuiditas.
Mungkin tentang likuiditas yang lebih cerdas.
@TermMax #TermMax
#termmax @TermMax
Namun, semakin dalam saya mempelajarinya, semakin menarik satu hal yang menjadi jelas:
Bagaimana TermMax menciptakan pasar fixed-rate tanpa menghilangkan fleksibilitas DeFi?
Jawabannya ada pada desain pasarnya.
Alih-alih memaksa setiap pengguna masuk ke pool pinjaman yang sama, TermMax membuat pasar fixed-rate yang terpisah—di mana kondisi-kondisi penting sudah ditentukan:
• Aset utang
• Aset jaminan
• Tanggal jatuh tempo
• Parameter pinjaman
Ini menciptakan lingkungan yang lebih transparan, di mana kedua pihak memahami ketentuan sebelum masuk.
Bagian uniknya adalah cara penyedia likuiditas berpartisipasi.
TermMax menggunakan model range order, memungkinkan pemberi pinjaman menetapkan harga dan rentang suku bunga yang mereka preferensikan, alih-alih sekadar menerima satu suku bunga pasar. Ini memberi penyedia likuiditas kendali lebih besar atas bagaimana modal mereka dialokasikan.
Contohnya:
Seorang pemberi pinjaman bisa memutuskan:
"Saya mau menyediakan likuiditas hanya ketika suku bunga pinjaman tetap berada dalam rentang preferensi saya."
Seorang peminjam bisa memutuskan:
"Saya ingin mengambil pinjaman dengan biaya saya diketahui sampai jatuh tempo."
Itu menciptakan pasar di mana kedua belah pihak memiliki ekspektasi yang lebih jelas.
Ini penting karena DeFi selama ini sudah memiliki likuiditas, tetapi likuiditas yang dapat diprediksi lebih sulit untuk dibangun.
Pendekatan TermMax berusaha menggabungkan bagian terbaik dari pasar fixed-income tradisional dengan keterbukaan blockchain:
Aturan yang transparan.
Eksekusi on-chain.
Posisi yang bisa diprogram.
Saat ini, protokol tersebut menyebutkan $50M+ TVL, 8+ jaringan yang didukung, dan 20+ vault aktif di situs web resminya.
Pertanyaan yang menarik adalah:
Apakah pasar fixed-rate yang dikustomisasi akan menjadi evolusi berikutnya dari likuiditas DeFi?
Karena masa depan mungkin bukan hanya tentang lebih banyak likuiditas.
Mungkin tentang likuiditas yang lebih cerdas.
@TermMax #TermMax
#termmax @TermMax
