Melihat pengumuman resmi TermMax tentang TGE pada 25 Agustus lewat sebuah cuitan, respons pertama saya bukan menghitung profit, melainkan malah membongkar lagi whitepaper dan mengeceknya dari awal sampai akhir. Serius, setelah mengumpulkan XP, AP, dan MP selama setengah tahun, sempat sibuk sampai hampir tidak bisa tanda tangan (subscription) tepat waktu; lihat orang-orang pamer hasilnya di tengah kesibukan memang tidak mungkin tidak kaget, tapi yang lebih saya takutkan adalah jika pihak proyek melakukan “aksi mendadak” tepat di momen terakhir.
Totalnya 1 miliar keping, sudah ditetapkan tidak akan mengembung (tidak ada inflasi); komunitas dapat 15%, sedangkan tim dan investor dikunci selama 12 bulan baru boleh dilepas. Untuk hari TGE, perkiraan initial circulating supply sekitar 20%. Angka-angka ini saya bolak-balik berkali-kali sampai akhirnya terasa sedikit lega. Peredaran tidak bisa dibilang kecil sampai terasa wajar, dan tim juga tidak memberi “celah” semacam pintu belakang agar bisa langsung kabur saat listing. Setidaknya ini menunjukkan mereka ingin bertahan untuk tata kelola dan ekosistem ke depannya, bukan murni jalur singkat supaya investor ritel jadi pihak yang memegang karungnya. Saya sudah melihat banyak proyek: mereka bilang “dikunci”, tapi kontraknya penuh dengan pintu belakang. Jadi sekarang saya cek model tokennya—yang paling penting buat saya adalah, apakah skema penguncian itu tertulis jelas, terang benderang.
Berikutnya soal produknya sendiri, justru saya merasa ini bagian yang paling “kena” di hati saya. TermMax melakukan pinjaman berbunga tetap; FT seperti obligasi tanpa kupon—begitu masuk, imbalannya sudah dikunci. XT adalah untuk pembeli pinjaman agar biaya bisa dikunci di muka. Dana yang menganggur tidak akan dibiarkan diam; otomatis dipindahkan ke protokol seperti Aave dan Morpho supaya tetap menghasilkan bunga. Setelah staking menjadi sTMX, sumber reward-nya berasal dari pendapatan protokol yang nyata—misalnya fee pinjaman dan fee likuidasi—bukan tambal-sulam dari penerbitan dana baru. Coba pikir: kalau reward-nya sepenuhnya mengandalkan pengguna baru masuk, itu sama saja dengan skema ponzi (money game). Tapi desain mereka setidaknya membuat sumber pendapatannya ditaruh di depan mata. Bagian ini benar-benar meyakinkan saya, karena saya sudah terlalu sering melihat proyek yang mengandalkan penerbitan (emisi) untuk membayar reward pada akhirnya berantakan di ujungnya. Kalau bisa membagi reward dari pendapatan yang nyata, setidaknya secara logika masuk akal.
Dari sisi data, yang ditampilkan resmi: TVL sudah lebih dari 90 juta dolar AS, dompet terdaftar tembus 1,5 juta, daily active 90 ribu, dan dideploy di sepuluh rantai EVM. Di belakangnya ada institusi seperti Cumberland DRW dan HashKey Capital. Apakah ini benar “dibesarkan” (diisi/diwater)? Saya tidak bisa menjamin, tapi setidaknya bukan hasil tebak-tebakan komunitas; ada sumbernya, lebih baik daripada cuma teriak tanpa dasar.
Selain itu, di pihak Binance Wallet ada tambahan 2 juta token TMX sebagai Booster. Bagi pengguna lama, itu semacam bonus “gratis”, karena sebelumnya saya kira kuota yang seharusnya diberikan sudah habis. Paket tambahan yang sifatnya sementara ini—jujur saja—cukup membuat saya merasa mereka cukup berkenan (menambah rasa simpatik).
#TermMax @TermMax
Totalnya 1 miliar keping, sudah ditetapkan tidak akan mengembung (tidak ada inflasi); komunitas dapat 15%, sedangkan tim dan investor dikunci selama 12 bulan baru boleh dilepas. Untuk hari TGE, perkiraan initial circulating supply sekitar 20%. Angka-angka ini saya bolak-balik berkali-kali sampai akhirnya terasa sedikit lega. Peredaran tidak bisa dibilang kecil sampai terasa wajar, dan tim juga tidak memberi “celah” semacam pintu belakang agar bisa langsung kabur saat listing. Setidaknya ini menunjukkan mereka ingin bertahan untuk tata kelola dan ekosistem ke depannya, bukan murni jalur singkat supaya investor ritel jadi pihak yang memegang karungnya. Saya sudah melihat banyak proyek: mereka bilang “dikunci”, tapi kontraknya penuh dengan pintu belakang. Jadi sekarang saya cek model tokennya—yang paling penting buat saya adalah, apakah skema penguncian itu tertulis jelas, terang benderang.
Berikutnya soal produknya sendiri, justru saya merasa ini bagian yang paling “kena” di hati saya. TermMax melakukan pinjaman berbunga tetap; FT seperti obligasi tanpa kupon—begitu masuk, imbalannya sudah dikunci. XT adalah untuk pembeli pinjaman agar biaya bisa dikunci di muka. Dana yang menganggur tidak akan dibiarkan diam; otomatis dipindahkan ke protokol seperti Aave dan Morpho supaya tetap menghasilkan bunga. Setelah staking menjadi sTMX, sumber reward-nya berasal dari pendapatan protokol yang nyata—misalnya fee pinjaman dan fee likuidasi—bukan tambal-sulam dari penerbitan dana baru. Coba pikir: kalau reward-nya sepenuhnya mengandalkan pengguna baru masuk, itu sama saja dengan skema ponzi (money game). Tapi desain mereka setidaknya membuat sumber pendapatannya ditaruh di depan mata. Bagian ini benar-benar meyakinkan saya, karena saya sudah terlalu sering melihat proyek yang mengandalkan penerbitan (emisi) untuk membayar reward pada akhirnya berantakan di ujungnya. Kalau bisa membagi reward dari pendapatan yang nyata, setidaknya secara logika masuk akal.
Dari sisi data, yang ditampilkan resmi: TVL sudah lebih dari 90 juta dolar AS, dompet terdaftar tembus 1,5 juta, daily active 90 ribu, dan dideploy di sepuluh rantai EVM. Di belakangnya ada institusi seperti Cumberland DRW dan HashKey Capital. Apakah ini benar “dibesarkan” (diisi/diwater)? Saya tidak bisa menjamin, tapi setidaknya bukan hasil tebak-tebakan komunitas; ada sumbernya, lebih baik daripada cuma teriak tanpa dasar.
Selain itu, di pihak Binance Wallet ada tambahan 2 juta token TMX sebagai Booster. Bagi pengguna lama, itu semacam bonus “gratis”, karena sebelumnya saya kira kuota yang seharusnya diberikan sudah habis. Paket tambahan yang sifatnya sementara ini—jujur saja—cukup membuat saya merasa mereka cukup berkenan (menambah rasa simpatik).
#TermMax @TermMax