Komunikasi terbaru Justin Sun mengungkap pertarungan hukum dan teknis dengan skala yang sangat besar di ekosistem DeFi.

Setelah berhasil membuat tuntutan pribadinya tetap disidangkan di pengadilan terbuka di California (menghindari arbitrase tertutup), Sun melontarkan tuduhan yang sangat serius terhadap proyek tersebut.

1. "Backdoor" atau Pintu Belakang Teknis
Tuan Sun menuduh bahwa World Liberty diam-diam memperkenalkan sebuah fungsi di kontrak pintar WLFI sehingga memberi mereka kekuatan sepihak untuk membekukan, membatasi, dan membakar token tanpa pemberitahuan sebelumnya.

2. Risiko Insolvensi Akibat Tuntutan
Gugatan Tuan Sun menuntut ratusan juta dolar sebagai ganti rugi; meskipun USD1 melaporkan kapitalisasi sebesar $4.000 juta, uang itu milik pengguna (sebagai jaminan).

3. Pengungkit Sirkular yang Berbahaya.
Aksi: Dilaporkan bahwa World Liberty menyetor 5.000 juta token WLFI milik mereka sendiri sebagai jaminan di Dolomite (platform milik CTO mereka sendiri); Dengan itu, mereka meminjam $75 juta dalam stablecoin (termasuk USD1 milik mereka sendiri)

4. Riwayat Kepemimpinan yang Bergejolak,
Co-founder Chase Herro terlibat dalam Dough Finance, sebuah protokol yang diduga mengalami peretasan besar-besaran. Tuan Sun sendiri mengutip tuntutan yang menyatakan bahwa tidak ada peretasan, melainkan dana dialihkan secara langsung ke wallet pribadi para pendiri, dan sebagian besar tim tersebut kini beroperasi di World Liberty.

Catatan Sangat Penting;
Kasus ini mengingatkan kita pada aturan emas Crypto dan DeFi: Verifikasi, jangan percaya. Ketika kontrak pintar berhenti bersifat terdesentralisasi dan backdoor ditambahkan (metode tersembunyi yang memungkinkan masuk ke sistem komputer atau jaringan tanpa menggunakan kunci normal), risiko regulatori dan risiko pihak lawan meningkat drastis.

Dukungan untuk Tuan Sun....