#dusk $DUSK @Dusk
Apa yang Diajarkan Dusk Kepadaku Tentang Selective Disclosure
Untuk waktu yang lama, aku punya asumsi sederhana: semakin publik sebuah blockchain, semakin dapat dipercaya. Kalau semua orang bisa melihat data dan memeriksa transaksi itu sendiri, seharusnya tidak ada banyak ruang untuk menyembunyikan apa pun.
Itu masuk akal sampai aku mulai meneliti Dusk.
Yang paling melekat padaku adalah mereka tidak memperlakukan privasi seperti blackout total. Fokus mereka adalah selective disclosure—data bisa tetap tersembunyi dari publik umum, tetapi tetap bisa dibuka kepada pihak-pihak tertentu yang diberi otorisasi untuk memverifikasinya. Dikombinasikan dengan zero-knowledge proofs dan confidential transfers, aku menyadari bahwa pertanyaan sesungguhnya bukanlah soal publik vs privat. Melainkan siapa yang bisa melihat apa, dan dalam kondisi apa.
Itu terasa logis untuk urusan keuangan. Sebuah kesepakatan efek tidak semestinya harus menyiarkan setiap detail kepada seluruh pasar sejak awal, tetapi regulator tetap harus bisa memverifikasinya saat ada alasan yang sah. Kalau sebuah blockchain tidak bisa melakukan keduanya sekaligus, penerapan keuangan yang benar-benar nyata ke atas rantai (on-chain) akan tetap menjadi gagasan di atas kertas.
Jadi Dusk mengubah cara pikirku tentang privasi. Bukan tentang membuat transaksi menjadi tidak diketahui oleh semua orang. Ini tentang membangun sistem di mana akses terhadap informasi menjadi bagian dari infrastruktur itu sendiri.
Aku masih penasaran bagaimana ini akan berkembang ketika kamu memiliki banyak institusi dan aset dunia nyata yang benar-benar terlibat. Di atas kertas semuanya selalu terlihat rapi—di dunia nyata pasar selalu lebih berantakan.
$EVAA $RICE
Apa yang Diajarkan Dusk Kepadaku Tentang Selective Disclosure
Untuk waktu yang lama, aku punya asumsi sederhana: semakin publik sebuah blockchain, semakin dapat dipercaya. Kalau semua orang bisa melihat data dan memeriksa transaksi itu sendiri, seharusnya tidak ada banyak ruang untuk menyembunyikan apa pun.
Itu masuk akal sampai aku mulai meneliti Dusk.
Yang paling melekat padaku adalah mereka tidak memperlakukan privasi seperti blackout total. Fokus mereka adalah selective disclosure—data bisa tetap tersembunyi dari publik umum, tetapi tetap bisa dibuka kepada pihak-pihak tertentu yang diberi otorisasi untuk memverifikasinya. Dikombinasikan dengan zero-knowledge proofs dan confidential transfers, aku menyadari bahwa pertanyaan sesungguhnya bukanlah soal publik vs privat. Melainkan siapa yang bisa melihat apa, dan dalam kondisi apa.
Itu terasa logis untuk urusan keuangan. Sebuah kesepakatan efek tidak semestinya harus menyiarkan setiap detail kepada seluruh pasar sejak awal, tetapi regulator tetap harus bisa memverifikasinya saat ada alasan yang sah. Kalau sebuah blockchain tidak bisa melakukan keduanya sekaligus, penerapan keuangan yang benar-benar nyata ke atas rantai (on-chain) akan tetap menjadi gagasan di atas kertas.
Jadi Dusk mengubah cara pikirku tentang privasi. Bukan tentang membuat transaksi menjadi tidak diketahui oleh semua orang. Ini tentang membangun sistem di mana akses terhadap informasi menjadi bagian dari infrastruktur itu sendiri.
Aku masih penasaran bagaimana ini akan berkembang ketika kamu memiliki banyak institusi dan aset dunia nyata yang benar-benar terlibat. Di atas kertas semuanya selalu terlihat rapi—di dunia nyata pasar selalu lebih berantakan.
$EVAA $RICE
