Blockworks Research analis shaunda devens dalam unggahannya yang terbaru menyebutkan bahwa Kraken kemungkinan besar akan menjadi bursa terpusat pertama yang berhasil menyelesaikan penerapan kepatuhan HIP-3.

Saat ini Hyperliquid sedang menguji jaringan uji (testnet) dengan menambahkan fitur-fitur terkait kepatuhan secara berkelanjutan. Selain mekanisme daftar putih dasar, mereka juga telah menghadirkan fungsi yang memungkinkan pihak yang melakukan penerapan untuk membatalkan pesanan pengguna, memaksa likuidasi dengan mode hanya mengurangi posisi (reduce-only), memindahkan aset jaminan pengguna, dan sebagainya. Fitur-fitur izin tersebut selaras dengan kebutuhan pengawasan (regulasi) bagi pihak penyelenggara penerapan kepatuhan.

Di testnet, sudah muncul akun uji bernama “Kraken HIP-3 test DEX”. Mekanisme kontrol akses Star resmi diluncurkan pada 19 Agustus. Hingga kini, sebanyak 10 dompet telah dimasukkan ke daftar putih; dari lima izin kontrol, tiga di antaranya sudah diaktifkan. Selain itu, mereka juga secara khusus mendaftarkan node “Kraken Exchange Validator”.

Para analis menyatakan bahwa meskipun saat ini masih berada pada tahap testnet, secara teori siapa pun dapat membuat DEX dengan nama apa pun tanpa izin. Namun jika menggabungkan tindakan pada testnet kali ini dengan fakta bahwa sebelumnya HyperCore telah memperluas dukungan terhadap xStocks yang dimiliki oleh perusahaan induk Kraken, Payward, maka berbagai indikasi menunjukkan bahwa Kraken kemungkinan besar menjadi salah satu CEX papan atas yang paling awal menguji fungsi lisensi (permission) baru milik HyperLiquid.

#Hyperliquid #Kraken #加密合规