Saya memperhatikan sesuatu yang aneh di pasar pinjaman: modal sering kali datang lebih dulu sebelum peminjam. Biasanya saya menganggap itu sebagai likuiditas menganggur. Namun order limit dengan suku bunga tetap membuat saya bertanya-tanya apakah “modal yang menunggu” sebenarnya sedang menghasilkan informasi.

Dengan TermMax, seorang pemberi pinjaman bisa secara efektif mengatakan, “Saya akan meminjamkan pada tingkat ini,” lalu membiarkan order itu menunggu sampai ada permintaan yang mencapainya. Ini mulai terlihat kurang seperti modal yang tidak terpakai dan lebih seperti ruang tunggu imbal hasil. Uang sudah mengumumkan harga yang bersedia membuatnya menjadi produktif sebelum siapa pun benar-benar meminjamnya.

Yang menarik bagi saya adalah kesenjangan antara imbal hasil yang diposting dan permintaan nyata. Sepuluh pemberi pinjaman yang menempatkan order menarik membuktikan bahwa modal menginginkan imbal hasil tertentu. Namun itu tidak membuktikan bahwa para peminjam menerima harga tersebut. Insentif bisa membuat buku order terlihat dalam, sementara aktivitas pinjaman sebenarnya tetap tipis.

Jadi saya akan mengamati adanya pengulangan. Apakah order terisi lagi setelah dipertemukan? Apakah modal kembali setelah jatuh tempo? Apakah suku bunga terus “clearing” begitu imbalannya menghilang?

Hal itu dapat mengubah order yang belum terpenuhi menjadi sinyal pasar yang aneh: bukan imbal hasil yang sedang diperoleh, melainkan imbal hasil yang sedang diminta.

Mungkin informasi yang berguna di pasar dengan suku bunga tetap mulai terbentuk sebelum transaksi itu sendiri.

Tapi jika tidak ada yang berulang kali menyeberangi harga itu, apakah itu benar-benar suku bunga pasar—atau hanya modal yang menunggu dengan sebuah opini?

#termmax @TermMax